Membuka Jalan Keberhasilan

“Di jalan ini tidak ada jeda untuk berhenti. Mereka yang berjalan lamban akan tertinggal oleh mereka yang berjalan cepat. Mereka yang berjalan cepat juga akan berada di depan. Mereka yang berjalan dengan santai dan memilih diam akan tertinggal jauh di belakang.” (Ahmad A. Amri, Ph.D)

Roda kehidupan bergerak dengan pasti. Mereka yang bersungguh-sungguh memperjuangan cita-cita akan tiba pada titik pencapaian. Orang yang sukses adalah orang memiliki drive motivation untuk maju dari hari ke hari. Maju dalam arti kualitas aktivitas hariannya meningkat. Karena kesuksesan itu dirintis melalui usaha kecil yang konsisten setiap hari. Tidak ada kesuksesan yang hadir secara instan tanpa dibarengi usaha yang nyata.

Pertama, menentukan tujuan. Menentukan tujuan menjadi awal untuk memulai setiap perjalanan. Ia menjadi lembaran baru memulai perjalanan. Sama seperti halnya kita ingin merencanakan travelling ke satu atau beberapa tempat wisata, kita perlu menentukan tujuan travelling kita kemana? Pun dalam hidup kita perlu membuat tujuan. Menentukan tujuan itu menjadi basic untuk kita bergerak dan berbuat. Tujuan yang kita sudah buat menjadi kompas kehidupan yang mengarahkan kita menuju tujuan itu. Mereka yang berhasil menentukan tujuan berada satu langkah lebih depan dibandingkan mereka yang tidak mampu menentukan tujuan.

Kedua, manajemen waktu. Tips jitu untuk bagian ini adalah dengan menulis agenda harian dan evaluasi berkala dari pencapaian agenda yang sudah terlaksana dan agenda yang tidak terlaksana. Kata menulis menjadi poin yang ditekankan di sini. Menuliskan rencana melalui agenda harian hari ini adalah bagian upaya menetukan target apa yang ingin dicapai hari esok. Kebiasaan menuliskan agenda harian melatih diri untuk menghargai waktu, mengisinya dengan aktivitas yang bernilai dan bermanfaat. Evaluasi berkala dilakukan untuk menilai sejauh mana effort yang kita diberikan untuk merealisasikan rencana harian yang sudah dibuat sebelumnya.

Ketiga, kerja cepat (work fast) dan kerja efektif (work effective). Realisasiny adalah berfikir dahulu sebelum bekerja. Think-work. Satu waktu bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan. Dalam hal ini perlu dibuat strategi yaitu menentukan pekerjaan sesuai skala prioritas.

Keempat, membaca. Membaca adalah jendela dunia. Membaca adalah pintu untuk membuka wawasan yang berkembang secara global. Membaca adalah simbol bagi para penuntutu ilmu yang tak pernah puas untuk terus belajar. Sekian banyak buku yang sudah ia baca, ia semakin merasa rendah hati karena ia sadar begitu luasnya ilmu pengetahuan yang belum ia ketahui.

Ibarat sebuah rumah yang besar, membaca adalah lampu yang menyalakan seisi rumah menjadi terang dan membuat penghuninya merasa betah dan nyaman berlama-lam di rumah. Semakin  banyak buku yang dibaca, maka semakin banyak lampu yang menyala. Artinya semakin banyak ruangan gelap yang berkurang. Tanpa lampu yang menyala, seisi rumah itu akan gelap gulita dan membuat penghuninya tidak betah berlama-lama berada di dalamnya.

Kelima, membangun jaringan (build networking). Ada pertanyaan apakah ada hubungan kesuksesan dengan kemampuan komunikasi yang baik? Saya menjawa tentu ada. Orang-orang yang memiliki kemampuan komunikasi yang baik adalah orang-orang yang memiliki kemampuan beradaptasi. Ia  berusaha membangun deep relationship dengan orang-orang yang memiliki kesamaan ide, kesamaan sudut pandang, kesamaan passioan , dan kesaamaan minat. Dari sana akan lahir ide kreatif yang merupakan hasil kolaborasi dari berbagai ide yang sudah terkumpul. Ada istilah, siapa yang dapat beradaptasi, maka ia akan survive.

Persoalan di era digital ini sering kali membuat generasi muda lalai dan terbuai oleh hiruk pikuk komunikasi di media sosial yang tak terasa menghabiskan waktu dalam porsi yang besar. Yang lebih memprihatinkan lagi adalah tanpa terasa tujuan dan rencana harian yang sudah dibuat hanya sekedar menjadi catatan belaka yang tidak membekas apa-apa. Waktu tanpa sadar terlewat dan terbuang. Usia muda adalah  usia di mana harus digunakan untuk menemukan jati diri, membangun networking, menumbuhkan idealisme dan mengembangkan intelektual,  secara perlahan terbias dan beralih oleh aktivitas berkomunikasi melalui media sosial yang digunakan secara tidak bijak.

Bukan tidak boleh menggunakan media sosial. Bahkan secara jujur diakui bahwa media sosial memudahkan untuk build networking dengan sesama dan berkenalan dengan orang-orang baru semakin efisien. Yang menjadi masalahnya adalah menggunakan media sosial hingga kita lupa bahwa kita hidup di dunia nyata -kita perlu berinteraksi melalu pertemuan secara fisik, kita butuh membangun interpersonal skills dengan orang-orang yang baru kita kenal, kita perlu berempati dengan saudara kita yang sedang ditimpa kesulitan, kita perlu memberi apresiasi kepada kenalan kita karena ia berhasil menyelasaikan pendidikan dan sebagainya.-

Sebagian kita merasa lebih asyik berkomunikasi dengan media sosial dengan merasa I have so many friends in social media dengan mengabaikan berkomunikasi dalam kehidupan nyata sehingga kamu merasa lebih mementingkan berkomunikasi dengan media sosial lalu tak peduli dengan orang-orang  yang berada di samping kanan dan kirimu, orang-orang yang berada dekat denganmu. Padahal bisa jadi orang-orang yang baru kita kenal they will be your future leader?  They will be somebody important in the future? Namun pertanyaannya, how many friends really do you have dalam kehidupan nyata? Apakah teman-teman di media sosial yang kamu maksud itu adalah orang-orang yang paling banyak dan paling sering like postingan di instagram dan di facebook atau like twit kamu?

Tapi bukan itu. Really your friends di sini bukan hanya teman yang asal sekedar kenal namun kamu sudah mengenal mereka hingga tahap deep relationship. Sehingga teman-teman kamu, menerima dirimu dengan apa adanya, dengan satu paket kelebihan dan kekurangan yang melekat dalam dirimu. Keberadaan dirimu melekat dalam ruang hati teman-temanmu. Di saat kamu memerlukan kehadiran sosok teman untuk bercerita, untuk meluapkan keluh kesah, mengungkapkan kegelisahan, ia selalu menyediakan ruang untuk menemanimu kapan pun itu.

Keenam, positif thinking (berbaik sangka). Berbaik sangka apapun hasil atas usaha yang kita sudah kerjakan. Make sure bahwa saat di mana kita jatuh, maka pastikan kita jatuh ke depan. Karena dengan begitu jatuhnya kita mendekatkan diri kita menuju tujuan yang sudah kita tentukan di awal. Saat kita gagal dalam berusaha, tidak apa-apa asalkan kita gagal sesudah melalui proses dalam effort. Justru apresiasi terbesar dari mencapai tujuan adalah keberhasilan kita melalui setiap tahap proses usaha yang kita lewati hingga akhirnya kita berada pada titik pencapaian yaitu tiba pada tujuan yang sudah kita kehendaki sejak memulai perjalanan.

Jakarta, 07 Agustus 2017

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: