Perjalanan Yang Mendewasakan Diri

Cerita mengenai perjalanan selalu menarik untuk dituliskan. Karena disana terdapat mata air jernih yang menambah wawasan dan kedewasaan diri. Perjalanan bukan sekedar mencari kesenangan saja. Bukan juga karena motif untuk mengabadikan berpuluh-puluh bahkan ratusan foto. Bukan juga sekedar menghabiskan waktu dan menghilangkan kebosanan dan kejenuhan.

Alasan-alasan tersebut sah-sah saja untuk menjadi motif seseorang melakukan perjalanan.  Namun bagi saya melakukan perjalanan adalah cara saya menikmati pemandangan alam yang baru dengan segenap hati yang menimbulkan getaran hati sebagai bentuk kekaguman atas kebesaran Allah. Melalui perjalanan saya membangun persepsi baru terhadap kehidupan, budaya, dan bahasa. Dari sana saya mendapat pengalaman yang dapat membuka wawasan dan memperhalus kebaikan budi pekerti serta untuk mendewasakan diri dalam menaruh sikap saling menghargai dalam menghadapi berbagai bentuk keragaman.

Agustus 2016,  saya melakukan perjalanan ke daerah yang baru di timur pulau Jawa tepatnya di Kediri untuk belajar bahasa Inggris. Dari Jakarta saya berangkat seorang diri dengan membawa perlengkapan secukupnya. Satu tekad saya saat itu, saya ingin menuntut ilmu di daerah yang menurut banyak orang sangat kondusif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris. Saya menikmati perjalanan dengan menatap jendela pesawat. Dari jendela pesawat saya melihat awan-awan yang bergumpal berbaris dengan megah yang tersinari cahaya keemasan sang mentari. Gumpalan-gumpalan awan itu sekilas menyerupai kapas putih raksasa yang melayang di udara. Saya duduk di tepat di sebelah sayap kanan yang sesekali saya melihat sayap itu bergerak-gerak diterpa angin.

Saat itu hati saya tertegun, perjalanan ini terjadi atas takdir Allah. Saya berikhtiar semampu saya. Kasih sayang Allah begitu terasa saat saya tersadar bahwa manusia adalah salah satu makhluk dari milyaran makhluk ciptaan Allah yang lain. Kepunyaan Allah segala yang ada di langit dan di bumi dan apa-apa yang ada diantara keduanya. Pada akhirnya saat ajal sudah tiba, hanyalah iman dan amal sholeh yang menemani kita menuju alam selanjutnya. Jabatan yang kita banggakan, keluarga yang kita cintai, harta yang kita punyai, semua itu akan meninggalkan kita.

Rasulullah saw. bersabda : “Apabila manusia meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang soleh yang mendoakan orang tuanya.”  (HR. Muslim, Abu Dawud, dan Nasa’i)

Hati yang baik melahirkan perilaku yang baik. Hati yang baik memancarkan perkataan yang baik. Hati yang baik menampakkan wajah yang sejuk dipandang. Maka milikilah hati yang baik itu. Selalu berusaha sekuat tenaga menjaga kebeningan hati dengan memperbanyak amal kebaikan. Kebaikan itu selalu menghadirkan ketenangan dan ketentraman hati. Mulailah dengan hal-hal kecil yang kita bisai. Berkata yang baik, menabar salam saat berjumpa, memberikan senyum kepada sesama, menyingkirkan duri di jalan,  menjadi orang yang pemaaf, rendah hati dan kebaikan-kebaikan lainnya. Niat yang baik, ikhtiar dengan cara yang baik, maka hasil yang baik akan kamu raih. Lakukan kebaikan dengan konsisten. Karena Allah mencintai amal kebaikan yang dikerjakan secara konsisten.

Sesungguhnya perjalanan hidup ini untuk mendewasakan iman, menstabilkan emosi, mematangkan pola pikir, dan mengembangkan budi pekerti.  Semakin bertambah usia manusia, semestinya semakin banyak pelajaran dan makna hidup yang mesti diserapnya. Melalui waktu manusia belajar mengolah waktu, menghadapi realita kehidupan, bersabar dengan sabar yang baik, dan menebar kebaikan serta meluaskan manfaat dengan sesamanya.

 

Jakarta, 03 Februari 2016

 

Advertisements

16 thoughts on “Perjalanan Yang Mendewasakan Diri

  1. dianravi82 February 3, 2017 at 9:06 pm Reply

    Perjalanan mengajarkan aku untuk terus tak lupa bersyukur atas keindahan bumi ciptaan Allah, membuat teringat betapa kecilnya kita, menjadikan diri lebih baik lagi

  2. Adi Setiadi February 4, 2017 at 11:49 am Reply

    Hidup tidak selamanya Indah,langit tak selalu cerah.. setiap episode kehidupan menjadikan kita lebih baik..

  3. Nurul Fitri Fatkhani February 4, 2017 at 8:53 pm Reply

    Betul Mas, di setiap perjalanan pasti ada cerita. Dalam perjalanan pula kita bisa mengambil banyak manfaat, salah satunya banyak bersyukur kepada Alllah saat melihat pemandangan yang sangat indah

    • imron prayogi February 6, 2017 at 9:04 pm Reply

      Setuju Mbak. Salah satu bentuk syukur saya dengan menuliskannya

  4. Cindraprasasti February 5, 2017 at 6:51 am Reply

    Saya masih menunggu perjalanan ke kedirinya hehehe

  5. Rindang February 5, 2017 at 4:10 pm Reply

    Benar sekali Mas, akan selalu ada pelajaran yg bisa diambil dari setiap perjalanan. Akan selalu ada hikmah di balik kejadian. Orang2 yg mau memikirkannya akan menjadi dewasa seiring berlalunya waktu.

  6. bena February 5, 2017 at 7:57 pm Reply

    baca dari judulnya nyentuh hati.

    terus tiba-tiba keinget pertanyaan salah satu teman yang tanya
    “bena, kenapa travelling terus? nggak dimarahin orangtua?”
    dan jawabanku adalah…
    “dengan travelling, aku bisa belajar dewasa dari segi yang berbeda. dengan travelling aku tau suku dan budaya setiap daerah yang ku kkunjungi dan itu bagian dari fase dewasaku.”
    dan yg tanya langsung diem 🙂

    • imron prayogi February 6, 2017 at 9:10 pm Reply

      Sama Mbak. Bagi saya perjalanan adalah bagian melihat, mengamati, merasakan, dan memahami kehidupan baru di tempat yang baru. saat kembali ke rumah, wawasan dan pengetahuan baru akan didapat. sepertinya betul kutipan ini: “We travel because we need to, because distance and difference are the secret tonic to creativity. When we get home, home is still the same, but something in our minds has changed, and that changes everything”

  7. Liza Fathia February 6, 2017 at 2:28 am Reply

    Pingin sekali ke kampung inggris suatu hari nanti. Mau pintar bahasa inggris juga

    • imron prayogi February 6, 2017 at 9:11 pm Reply

      Semangat Mbak.
      Selama ada keinginan, ikhtiar, doa, insya Allah ada jalan.

  8. pertiwiyuliana February 6, 2017 at 9:09 am Reply

    Aku juga ada keinginan buat belajar di kampung Inggris, Kediri. Tapi, entah kapan akan terealisasi. Ingin merasakan suasana baru, selain untuk memperdalam kemampuan berbahasa. Tentunya, ya, buat mensyukuri lebih banyak hal yang dilihat, dilewati, dirasakan.

    • imron prayogi February 6, 2017 at 9:18 pm Reply

      semoga tercapai keinginannya Mbak. setiap kita punya planning dan target. dan tahun lalu planning saya belajar bahasa Inggris di Pare Kediri, alhamdulillah planning tersebut tercapai.
      bagi saya belajar bahasa itu investasi masa depan.
      Ada ungkapan, bahasa adalah jendela untuk melihat dunia yang lebih luas.
      tetap semangat Mbak Tiwi

  9. Murni Rosa February 6, 2017 at 7:15 pm Reply

    Bener Mas, mengabadikan kenangan dalam foto memang menarik, tapi buat apa kalau hati sendiri ngga sempat enjoy suasana itu sendiri. 🙂

    • imron prayogi February 6, 2017 at 9:23 pm Reply

      perjalanan itu membuat pengalaman bertambah, mengenal teman baru, menambah wawasan baru. pulang ke rumah ada hal yang baru yang didapat dan bisa di share dengan saudara kita atau teman-teman kita

  10. ajenangelinaa February 7, 2017 at 2:23 pm Reply

    Terima kasih tulisannya, Mas..
    Kita memang harus selalu bersyukurr..
    Semakin tinggi usia semakin banyak cobaan dan semakin banyak bersyukur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: