Menghayati Hidup dengan Memberi

Be leader to your self. Jadilah pemimpin untuk dirimu sendiri. Suksesmu adalah hasil kerja kerasmu mewujudkan mimpi menjadi kenyataan. langkahmu hari ini terhubung dengan masa depanmu. kedewasaanmu akan tumbuh dari caramu menyikapi dan menghayati kehidupan dengan jiwa yang mau memberi dan menerima.

Memaknai kesuksesan tidak pernah utuh jika hanya di lihat dari satu sisi materi dan harta yang berlimpah. Kesuksesanmu tidak pernah di nilai melalui persepsi orang lain. Kesuksesanmu adalah kontrak antara jiwamu dengan cita-cita yang ingin di raihmu. Kamu memiliki pemahaman bahwa kesuksesan adalah caramu berbuat sesuatu, caramu berkarya,dan caramu menyikapi hasil usahamu. Kebahagiaan akan terpancar dari hati yang bersyukur.

Saya memaknai kesuksesan jangka pendek apabila aktivitas saya hari ini lebih baik dari aktivitas saya yang kemarin. Saat dimana saya memenangi rasa malas, saat saya melakukan hobi yang sukai dengan konsisten, dan saat saya dapat mengevaluasi rutinitas harian di malam hari sebelum mata terlelap. Dalam hari ke hari saya selalu berusaha memupuk harapan baru agar jiwa tetap teduh. Melalui penghayatan akan kehidupan, saya menyadari bahwa hidup mesti selalu memberi dan menerima agar keseimbangan hidup tetap terjaga.

Bahwa melalui memberi, manusia akan hidup dengan hati yang lapang dan meruntuhkan kerakusan jiwa. Bahwa dengan memberi, manusia akan merasakan empati dengan sesamanya dan proses itu mesti dilakukan dengan terus menerus. Memberi bukan soal ada harta atau tidak. Memberi adalah soal mau atau tidak mau. Memberi tidak selalu dengan harta. Banya cara untuk memberi seperti membantu orang tua, menolong teman yang sedang kesulitan, menjenguk teman yang sedang sakit, mendengarkan teman curhat dan memberinya motivasi agar tidak patah semangat,  menyingkirkan duri dari jalan, mendamaikan teman yang sedang bertengkar, dan memberi teladan kepada teman-teman di sekitar kita agar bertutur kata yang sopan dan berperilaku yang santun.

Rasakan setiap kita memberi dengan hati bahwa ada saat dimana banyaknya harta bukan tolak ukur kebahagiaan. Rasakan saat dimana orang yang kita tolong kembali mengukirkan senyum yang tulus kepada kita. Rasakan setiap ide kebaikan yang kita sebarkan diterima dan menginspirasi teman-teman dan orang-orang sekitar kita ikut tergerak berbuat kebaikan,  Rasakan dimana butir-butir kebaikan yang pernah kita tanam di masa lalu membuat diri kita memiliki nilai manfaat bagi orang-orang di sekitar kita. Mereka menghormati kita bukan karena keterpaksaan. Mereka menghormati kita karena ada kebaikan dalam diri kita dan mereka ingin meniru kebaikan yang ada itu.

ao

Selain memberi, kita juga belajar menerima. Kita semua memiliki masa lalu. Ada masa lalu yang membuat kita bahagia sehingga jika kita mengingatnya hari ini membuat hati sejuk penuh kedamaian. Namun ada juga masa lalu yang membuat kita sedih yang di saat mengingatnya membuat hati kian perih. Menerima dengan memaafkan kelalaian diri di masa lalu adalah hal yang tepat dan bijak. Rasa sakit di kecewakan oleh teman atau orang yang kita sayangi, rasa sedih ditinggalkan orang-orang yang dicintai, rasa rindu kepada orang tua dan sahabat karena ada distance (jarak) yang jauh dari tempat kita berada saat ini. Itulah sebagian dari warna-warni kehidupan.

Hadiah dari rasa sakit itu adalah pengalaman. Setelah melewati itu jiwamu semakin kuat, jiwamu semaking tangguh, dan tidak mudah patah semangat. Ia merupakan cermin diri yang mengingatkanmu agar langkah-langkahmu hari ini semakin kokoh untuk menuai kebaikan. Cara terbaik untuk menyikapi masa lalu adalah memeluknya erat dengan hati yang ikhlas karena masa lalumu adalah bagian dari hidupmu.

Saat jiwamu lelah, semangatmu memudar, dan harapan dalam jiwamu meredup, maka saat-saat itu kamu mesti mengingat kembali tujuan awal kamu bekerja, tujuan kamu belajar, dan tujuan kamu hidup. kamu masih ingat kan? Saat kamu masuk kuliah di hari pertama, teman-teman satu kelas menyambutmu dengan mata yang berbinar dan senyum yang mengembang dan mereka menerima kehadiranmu secara utuh. Ada suka ada duka, ada canda ada tawa yang semuanya itu dilalui dengan bersama. Jiwamu dengan jiwa mereka seakan terhubung yang membuatmu lebih akrab dengan mereka.  Rangkaian cerita mereka dan kamu saling menyempurnakan. Kamu ada untuk saling melengkapi. Bahagiamu adalah bahagia mereka. Sedihmu adalah sedih mereka. Mereka adalah sahabat terbaikmu yang bersedia menemani perjalanan ini. Waktu yang begitu lama membuat ikatan ini kian erat.  Ada di saat dimana kata-kata itu sulit sekali ditulis namun hati bisa merasai dan jiwa bisa meresapi melalui pertemuan-pertemuan yang terangkum rapi dalam memori.

 

 

Jakarta, 13 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: