Cerdas Mengelola Keuangan untuk Mewujudkan Kemandirian Finansial

Dalam era globalisasi dimana teknologi berkembang sangat pesat ini membuat masyarakat mudah mengakses informasi. Salah satu informasi yang banyak mendapat perhatian di kalangan masyarakat dewasa muda adalah informasi harga produk berupa fashion, gadget, aksesoris, kamera dan sejenisnya yang mempengaruhi tingkat konsumsi atas produk tersebut. Di tambah lagi mulai menjamurnya belanja sistem online (online shop) yang membuat sebagian masyarakat dewasa muda di kota-kota besar tergiur dan tertarik membeli produk tersebut. Karena saat ini hanya dengan gadget yang terkoneksi dengan internet siapa pun sudah bisa bertransaksi jual beli secara online. Tanpa kita sadari kita melupakan prioritas dalam mengelola keuangan. Kita sudah tidak bisa lagi membedakan mana kebutuhan yang harus di utamakan dan mana yang sekedar keinginan yang bisa ditunda beberapa bulan ke depan. Bahkan dorongan membeli suatu barang para muda-mudi saat ini hanya sekedar dari dorongan ingin mengikuti style yang sedang trend saat ini.

Dampak dari hal itu membuat sebagian dari kita lalai dalam mengelola keuangan yang baik dan benar. Bahkan cenderung membuat hidup kita menjadi konsumtif. Kita abai memikirkan masa depan diri kita sendiri. Karena hakikatnya waktu terus berjalan dan usia bertambah tua, secara otomatis kebutuhan hidup bertambah. Bila Anda seorang laki-laki, lalu Anda akan menikah, lalu mempunyai anak dan anak butuh sekolah. Ketika Anda sudah menikah secara bersamaan Anda dituntut untuk mempunyai penghasilan untuk menghidupi keluarga anda. Dari mulai menikah hingga membiayai anak sekolah itu membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Kita sadari uang yang kita miliki jumlahnya terbatas. Namun realitanya sebagian dari kita belum memahami bagaimana mengelola keuangan yang benar. Kita sering terfokus pada kehidupan saat ini dan lupa rencana masa depan yang semakin dewasa usia seseorang maka semakin besar kebutuhan hidupnya dan tentu hal tersebut membutuhkan uang yang memadai.

Kita sering luput dari memikirkan resiko terhadap kejadian di luar dugaan menimpa diri kita atau keluarga kita seperti kecelakaan, sakit yang butuh perawatan khusus, dan bahkan meninggal dunia. Karena memang hakikatnya manusia tidak ada yang tahu apa yang terjadi di hari esok. Belum lagi usia kita perlahan bertambah tua dan membuat produktivitas kita berkurang –ruang untuk bekerja semakin menurun- seiring berjalannya waktu. Bertambah tua usia adalah suatu keniscayaan namun yang menjadi pertanyaan bagaimana keuangan yang kita hasilkan masa kini dapat dikelola hingga menjadi bekal yang cukup di masa tua kita.

Sumber gambar : finansialku.com

Sumber gambar : finansialku.com

Solusi dari permasalahan yang sudah disebutkan diatas adalah dengan membuat perencanaan keuangan yang baik. apa yang dimaksud perencanaan keuangan? Menurut Mike Rini Sutikno, CFP. CEO dan Founder Mitra Rencana Edukasi, “Perencanaan keuangan adalah kemampuan mengelola dana untuk kehidupan hari ini dan kehidupan di masa yang akan datang. Untuk mewujudukan perencanaan keuangan tersebut ada tiga aktivitas yang harus dipenuhi yaitu menabung, berinvestasi, dan berasuransi. Ketiganya ini mesti berjalan secara in line (bersamaan). Tidak bisa hanya berjalan satu sisi saja.” di sampaikan dalam seminar Edukasi Keuangan dengan tema “Yuk, Atur Uangmu” di Jakarta 15/10/2016. Seminar ini di selenggarakan oleh Sinarmas MSIG Life bekerja sama dengan komunitas Warung Blogger.

Dari pengertian itu dapat ditarik menjadi tiga poin yaitu :

Pertama, menabung. Hampir seluruh masyarakat kita memahami aktivitas menabung ini. Secara garis besar alasan kita menabung minimal ada tiga alasan yaitu,  (1) untuk memudahkan transaksi sehari-hari karena uang tabungan sangat mudah diambil dan dicairkan, (2) karena ada kejadian yang emergency (mendesak) yang menimpa diri kita atau keluarga kita sehingga menuntut dana darurat dicairkan segera, dan (3) untuk kebutuhan jangka pendek seperti merencanakan liburan tahunan ke luar negeri dan sebagainya.

Miliki motivasi yang kuat mengapa kita mesti menabung di usia muda. Motivasi untuk menabung secara konsisten itu akan terasa bila kita sudah memiliki  tujuan spesifik dari menabung. Motivasi menabung sangat beragam dan tiap orang punya tujuan yang berbeda-beda. Ada yang menabung untuk membeli rumah baru, ada yang menabung untuk keperluan liburan ke luar negeri, ada yang menabung untun membeli mobil baru dan lain-lain. Merumuskan tujuan yang spesifik itu penting dan secara tidak langsung memberikan dorongan pada diri kita sendiri untuk menabung secara rutin. Dengan kata lain semakin spesifik tujuan menabung maka akan semakin membuat kita termotivasi untuk menabung secara konsisten.

Kedua, berinvestasi. Tujuan investasi adalah meningkatkan pendapatan. Dari peningkatan pendapatan itu kita bisa menambah aset (harta) yang kita miliki. Saat ini investasi dapat melalui stock market dan komoditas. Stock market itu berupa saham, obligasi, dan reksadana.  Komoditas (hard assets) berupa properti, emas, barang koleksi, dan mata uang asing. Namun yang perlu dipahami dari investasi adalah semakin tinggi resiko dalam berinvestasi maka semakin besar income (pendapatan) yang dihasilkan.

Ketiga, berasuransi. Inti dari asuransi adalah melindungi seseorang secara keuangan dari resiko yang sifatnya tidak terduga. Literasi mengenai keuangan masyarakat kita masih sangat minim sehingga sedikit dari masyarakat kita yang mengenal dan memahami asuransi. Padahal hakikatnya asuransi adalah meminimalkan terjadinya resiko yang menimpa diri kita dan juga keluarga kita.

Sumber gambar : finansial.bisnis.com

Sumber gambar : finansial.bisnis.com

Dikutip dari bisiniskeuagan.kompas.com  : Salah satu fungsi primer asuransi selain sebagai pengendalian risiko, juga berfungsi sebagai pengalihan kemungkinan risiko. Sehingga kemungkinan terhadap ketidakpastian akan terjadinya kerugian, yang diakibatkan oleh peristiwa yang tidak terduga, bisa dipastikan atau dirubah menjadi yang berupa ganti rugi atau santunan klaim dari premi asuransi yang telah dibayarkan.Pengalihan risiko bukan berarti menghilangkan kemungkinan kerugian dari tertanggung atau nasabah asuransi, akan tetapi pengalihan risiko tersebut dimaksudkan untuk memberikan rasa tenang bagi nasabah terhadap kemungkinan-kemungkinan adanya peristiwa yang merugikan.

Dengan berasuransi kita memiliki ketenangan hati dan pikiran karena ada pihak yang bertanggung jawab mengendalikan resiko dalam hal ini perusahaan asuransi atas suatu kejadian yang menimpa diri kita dan keluarga kita sesuai ketentuan yang sudah di sepakati bersama.

Salah satu perusahaan asuransi yang memiliki banyak pilihan jenis asuransi adalah asuransi Sinarmas MSIG Life. Perusahaan tersebut telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam asuransi Sinarmas MSIG Life menyediakan produk asuransi diantaranya, solusi produk tahapan kehidupan mulai dari masa lajang, baru menikah, menikah memiliki anak, dan masa pensiun. Dan yang paling penting pilihlah produk asuransi yang sesuai kebutuhan Anda saat ini.

Semakin muda Anda ikut berasuransi, maka semakin ringan premi yang dibayarkan karena target tahun tujuan masih panjang –masa produktivitas masih tinggi- dan kondisi tubuh anda masih sehat. Pahami dengan baik bahwa dengan Anda ikut berasuransi secara langsung Anda sedang membangun keluarga yang mapan dan memiliki ketahanan dalam hal finansial.

webannerr-blogger

 

Advertisements

2 thoughts on “Cerdas Mengelola Keuangan untuk Mewujudkan Kemandirian Finansial

  1. zarirah November 26, 2016 at 7:04 pm Reply

    Lalu lebih menguntungkan mana stock market atau hard assets?

    • imron prayogi November 28, 2016 at 10:47 pm Reply

      Setelah saya baca beberapa artikel di internet, sepertinya dari sisi keuntungan lebih ke marketing stock salah satu nya Reksadana.
      Oh ya terima kasih mbak zarirah sudah komentar di blog saya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: