Teruslah Menjadi Pembelajar

img_1138_med_hr

Setiap cita-cita yang diucapkan berulang kali merupakan cerminan dari kesungguhan hati dalam  menyampaikan niat yang begitu tertanam kokoh di dalam jiwa. Melalui perkataan itu kita mencoba meneguhkan kembali akan  harapan apa yang ingin di capai dalam jangka pendek dan jangkan panjang.

Perkataan itu merupakan refleksi diri dalam merespon orang lain atau teman kita sendiri yang bertanya seperti, “apa rencana setelah selesai SMA? Apa rencana selelah lulus sarjana?” Pertanyaan itu wajar menjadi bahan pembicaraan antar teman dan kita bisa menjawab ringan tanpa perlu berfikir panjang, cukup jawaban yang pendek. Namun pertanyaan itu bila mau dipahami lebih lanjut saat orang yang bertanya pada kita adalah orang tua kita atau guru kita, maka secara tidak langsung mereka menginginkan kita memberi jawaban yang spesifik. Jawaban yang rasional dan fokus pada arah yang jelas. Apa yang menjadi passion kita? Potensi apa yang kita ingin kita kembangkan? Kompetensi ilmu apa (dalam hal ini jurusan apa) yang kita ingin pilih yang menjadi minat kita? Pertanyaan serupa kita mesti jawab dengan pertimbangan yang matang dan kembali lagi pada kesukaan minat kita mau fokus pada bidang apa.

Sebuah rencana yang baik yang sudah terhujam kuat dalam benak diri ketika itu diungkapkan melalui ucapan kepada orang tua kita, kepada guru kita, kepada teman-teman dekat kita, kepada orang-orang yang tulus mencintai kita, maka ada peningkatan kekuatan yang mendorong jiwa kita untuk semakin semangat dan optimis mewujudkan rencana itu. kekuatan  itu mengalir melalui konstruksi berfikir dan mental kita yang tidak mudah menyerah.

Jangan pernah menganggap remeh sebuah mimpi dan cita-cita. Mimpi di saat kita dalam kondisi sadar adalah doa. Setiap cita-cita yang kita tuliskan dalam bentuk diary atau kita ungkapkan pada orang terdekat dengan kita itu juga adalah doa. Supaya semangat dan optimis dalam diri kita stabil, kita perlu berteman dengan orang-orang yang membesarkan hati kita di saat jiwa kita memang butuh dikuatkan. Kita hanya butuh bersahabat dengan orang-orang yang mau mendukung, mau menguatkan, dan mau berbagi semangat untuk memupuk hati untuk terus berupaya semaksimal diri kita mampui.

teruslah-menuntut-ilmu

Ada ungkapan yang mengatakan, “sebenarnya yang membuat kita malas, pesimis, apatis, memiliki mental semangat belajar rendah dan etos kerja yang rendah adalah diri kita sendiri. Kita tidak perlu menyalahkan orang lain atau lingkungan di sekitar kita. Kita hanya perlu mengalahkan sifat-sifat negatif  yang ada dalam diri kita, mengendalikan ego kita ke arah yang bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang-orang sekeliling kita. Untuk mengendalikan ego diri , kita butuh motivasi yang jernih dari dasar hati kalian. Ajukan pertanyaan ke dalam diri sendiri. Bila kita adalah seorang mahasiswa ajukan pertanyaan, “Mengapa kita kuliah? Apa yang ingin cari saat kuliah? Sejauh mana usaha kita mencapai sukses studi? Sudahkah kita membanggakan orang tua kita yang telah membiayai kita kuliah?”

Miliki jiwa yang mau belajar dari pengalaman. Jiwa yang mau belajar dari kegagalan masa lalu. Jiwa yang mau bercermin dari orang-orang shalih dan memiliki ilmu pengetahuan sangat mendalam pada bidang yang menjadi minatnya. Miliki jiwa yang mudah memaafkan kesalahan orang lain. Miliki lisan yang selalu terjaga dari hal-hal yang membuat orang lain terluka hatinya. Miliki kelembutan akhlak dalam berperilaku, meyayangi kepada orang yang lebih muda usianya dari kita dan menghormati orang yang lebih tua dari kita.

Yakini selalu, setiap langkah yang bergerak, setiap keringat yang keluar, setiap kepala yang lelah berfikir, setiap lembaran demi lembaran buku yang kita baca, setiap kata dan kalimat yang pernah kita tulis, setiap lisan yang mengeluh ‘lelah’, semua itu menjadi penghubung akan keberhasilan di masa mendatang. yakini selalu, semua itu selalu bernilai kebajikan yang menjadi amal shaleh kita di hari perhitungan amal (yaumul hisab).

Tulisan ini mencoba memupuk semangat baru di semester baru (semester lima).

Cileungsi, Kabupaten Bogor, 17 September 2016

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: