Hujan

rain

Hujan malam ini terasa panjang. Rintik-rintik bening yang jatuh membawa suasana teduh. Teduh sekaligus menenteramkan hati.  Setiap deraian airnya membasuh ke dalam rongga-rongga jiwa. Dalam setiap tetesannya mengandung doa lirih mewakili hati yang merindu. Dalam setiap genangan yang tertinggal membias bagaikan cermin yang membekas setiap orang yang melewati genangan air itu. Di dalamnya pantulan wajah begitu terlihat dengan pancaran lampu jalan yang membinar.

Hujan juga selalu membawa hawa sejuk sekaligus dingin. Ia datang lengkap dengan air jernih, gemuruh petir, dan angin yang bertiup kadang pelan dan kadang kencang. Ia juga datang membawa segenap kenangan yang sudah terlewatkan. Kenangan yang membangkitkan masa lalu yang membuat hati semakin meluruh dengan kisah-kisah bersama orang-orang tercinta. Menyejukkan sekaligus menambah rindu.

Dari lobi utama kampus ini saya bisa memandangi hujan yang kian melebat disertai angin cukup kencang. Satu dua gemuruh petir menghias di gelapnya langit. Sesekali air hujan terbawa angin menerobos mengenai para mahasiswa yang sedang berdiri di teras menanti hujan berhenti. Daun-daun tanaman yang tertata rapi di sekeliling halaman kampus menari-nari mengikuti tiupan angin seakan ia senang dan ceria menyambut datangnya hujan mengingat bulan ini sudah memasuki musim kemarau.

Hujan juga membawa wangi tanah yang khas yang menyegarkan saat kitabernafas. Wangi tanah yang mampu menggelitik syaraf hidung. Hujan selalu menyisakan pemandangan alam yang penuh warna. Ia membuat kita tersadar bahwa hujan yang turun selalu membawa rezeki bagi makhluk hidup yang ada di bumi.  Ia merupakan bagian dari siklus kehidupan yang harus disyukuri kehadirannya. Karena setiap tetesan yang membasuh bumi mengandung keberkahan dan kebermanfaatan yang sangat besar bagi semesta.

Hujan selalu hadir disertai tanda. Tanda yang memberi sinyal sebentar lagi akan turun hujan sehingga kita bisa bersiap dengan atribut jas hujan, payung, dan jaket penghangat. Biasanya tandanya berupa gumpalan-gumpalan awan yang berwarna gelap disertai angin yang bertiup kencang. Begitu pun pada saat hujan akan berhenti, ia akan memberi sinyal melalui langit yang cerah dan matahari yang memancarkan sinarya tanpa terhalang oleh gumpalan awan.

Meskipun sebagian orang masih saja beranggapan hujan selalu membuat suasana suram, alasan untuk bermalas-malasan, membuat rumit keadaan karena harus memakai atribut jas hujan dan sejenisnya. Anggapan itu bisa dibuktikan dari ucapan yang keluar dari orang-orang saat pertama kali hujan turun. Kebanyakan dari kita mengeluh akan turunnya hujan. Setiap ucapan yang keluar dari lisan kita merupakan cermin dari hati kita. Tetapi pada saat yang sama kita mesti sadar diri, kita hidup di Indonesia yang memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Keduanya bagian dari iklim yang ada di Indonesia. Keduanya mesti di sikapi dengan bersyukur bukan menggerutu dan berkeluh kesah.

Walaupun begitu, hujan selalu datang tepat pada waktunya. Ia hadir menyapa bumi dalam bentuk tetesan bening yang menghujam ke dalam tanah. Ia membawa hanyut semua yang terserak ke  sungai bahkan hingga ke laut. Ia membuat genangan air yang memantulkan apa yang yang diatas genangan itu. setiap tetesnya membuat lingkaran kecil pada genangan air itu. Ia membuat bunga-bunga bermekaran, tunas tanaman dan pohon-pohon bertumbuh yang kemudian dari setiap pohon itu menghasilkan oksigen untuk kebutuhan manusia. Dari hujan kita bisa belajar bahwa air jernih akan menghasilkan air yang jernih yang lainnya.

Dari hujan, ternyata kita menemukan makna bahwa kita mesti belajar bersyukur lagi, lagi, dan lagi.

Jakarta, 21 Agustus 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: