EU-Indonesia Scholarship Info Day 2016

Jakarta, 28 Mei 2016

Pagi ini saya tiba di Grand Sahid Jaya Hotel  untuk mengikuti acara European Union – Indonesia Scholarship Info Day. Suasana lobby Ballroom Puri Ratna sudah dipadati oleh sejumlah peserta yang sedang berbaris antri  untuk registrasi. Saya ikut mengantri di belakang mereka. Ada dua orang wanita yang mengenakan tanda pengenal panitia.

“Mohon perlihatkan email konfirmasi dari kami dan tunjukkan KTP anda,” ucap seorang perempuan yang panitia dengan wajah ramah. Saya menunjukkan email konfirmasi melalui smartphone dan menunjukkan KTP. Mata mereka memeriksa dengan teliti data email dan KTP saya dan menggangguk pelan. Panitia meminta tangan saya untuk di cap stempel berwarna biru gelap yang bertuliskan EU Sholarship Info Day. Setelah itu mereka dipersilahkan saya memasuki Ballroom di lantai dua.

Saya mengetahui acara ini dari notifikasi email yang saya terima dari blog emundus.wordpress.com.  Acara ini gratis terbuka untuk umum. Dalam email tersebut terdapat link  yang menghubungkan registras acara ini secara online. Saya sangat tertarik dengan acara ini dan waktu acaranya juga di akhir pekan, dengan pertimbangan itu saya melakukan registrasi secara online. Saya tertarik ikut acara ini karena saya ingin mendapat informasi mengenai beasiswa pendidikan di dalam dan di luar negeri.

Tiba di lantai dua. Di depan ruangan sudah ada meja both para exhibitors. Saat saya memasuki ruangan sebagian besar kursi sudah terisi oleh pesera yang datang lebih awal. Saya duduk di kursi bagian kanan di posisi tengah. Kursi peserta di setting menjadi tiga bagian yaitu bagian kiri, tengah, dan kanan. Kursi-kursi itu berbaris memanjang ke belakang. Di antara bagian kiri dengan bagian tengah & bagian tengah dengan bagian kanan terdapat dua buah microphone lengkap dengan tiangnya yang sudah berdiri yang diletakkan di tengah dan belakang. Di depan ruangan terdapat dua buah layar proyektor yang sudah menyala. Ada air conditioner yang sudah sejak tadi membuat sejuk, pencahayaan lampu yang menjangkau seisi ruangan, Sound system yang bergema membuat acara ini begitu lengkap membentuk harmonisasi. Semua bergerak pada alur dan peran pada waktu yang bersamaan. Kerja keras dan persiapan yang matang dari panitia dalam menyelenggarakan acara ini sangat patut mendapat apresiasi.

Sumber : twitter @uni_eropa

Sumber : twitter @uni_eropa

Berdasarkan email dari panitia, “Puri Ratna ballroom can accomodate around 400 persons. The seats will be available on a first come, first served basis. Visitors are not allowed to reserve the seats for their colleagues who arrive later.” Menjelang acara opening, peserta yang baru tiba semakin ramai. Kursi-kursi yang disediakan panitia tidak mampu menampung besarnya  para peserta yang tiba belakangan itu. Dengan terpaksa sejumlah peserta berdiri di belakang dekat pintu utama mengikuti acara opening.

Opening dimulai pukul 09.00 diawali dengan mendengarkan anthem Indonesia Raya dan anthem European Union. Master Of Ceremony meminta seluruh hadirin berdiri. Saat mendengarkan anthem Indonesia Raya ada perasaan haru yang memenuhi hati saya. Ada rasa semangat dan optimis yang tersirat  saat mendengarkannya. Mungkin karena suasana ruangan ini yang dipenuhi oleh cita-cita dan asa para peserta . Seluruh hadirin larut dalam keheningan dan mendengarkan dengan seksama. Ada panitia yang ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu dengan suara lirih.

Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara scholarship info day oleh Mr. Vincent Guerend, Ambassador of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam. Selesai sambutan beliau meminta perwakilan dari Indonesia (diwakili oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan Embassy European Union maju ke panggung utama. Mereka serempak membunyikan lonceng tanda bahwa acara ini secara resmi telah dibuka. Pantulan Cahaya foto hadirin silih berganti mengabadikan acara opening ini.

SUmber : Twitter @uni_eropa

Sumber : Twitter @uni_eropa

Dalam acara ini ada 12 negara exhibitors yang akan mempresentasikan beasiswa diantaranya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (Indonesia),Uni-Italia, IFI – Campus France, DAAD Germany, Nuffic Neso Netherlands, Chevening Scholarship UK, Study in Sweden, Embassy of Hungary, Embassy of Poland, Embassy of Spain, Embassy of Austria, dan European Union – Erasmus+. Waktu presentasi masing-masing negara selama 25 menit, termasuk di dalamnya presentasi power poin, tanya jawab, dan kuis. Bagi peserta yang bertanya dan menjawab kuis diberikan hadiah dari para exhibitors.

Tidak ada keharusan peserta mengilkuti presentasi secara keseluruhan. Peserta diberikan kebebasan untuk tetap di dalam ruangan mendengarkan presentasi yang sedang berlangsung atau berkunjung ke both-both para Exhibitors yang ada di depan ruangan untuk memperoleh brosur ataupun penjelasan detail tentang beasiswa dari negara tersebut sambil menunggu presentasi beasiswa selanjutnya sesuai pilihan beasiswa yang diminatinya.

Sumber : Twitter @uni_eropa

Sumber : Twitter @uni_eropa

Presentasi pertama disampaikan oleh perwakilan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Diawali beasiswa tersedia di LPDP, persyaratan umum untuk apply beasiswa, dan tuition fee bagi penerima beasiswa. Detail informasi itu dapat dilihat di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id. Semua dijelaskan secara rinci oleh tiga pembicara. Salah satunya disampaikan oleh Bapak Danang Rizki Ginanjar, ketua Mata Garuda (ikatan alumni para awardee LPDP). Beliau mengawali dengan pertanyaan, “Siapa diantara peserta yang hadir di ruangan ini yang sudah memiliki LoA (Letter of Acceptance) conditional maupun unconditional?,” Beberapa peserta menunjuk tangan. “silahkan maju ke depan bagi peserta yang sudah memiliki LOA. Belasan peserta maju ke panggung utama. Beliau bertanya kepada setiap peserta yang maju dengan pertanyaan yang sama, “Dapat LoA dari Universitas mana?” Setiap peserta menyebutkan universitas yang memberikan LoA. Di antara peserta yang maju itu ada peserta yang memiliki lebih dari satu LoA bahkan ada yang sampai memperoleh tiga LoA dari. Hampir seluruh universitas yang disebutkan oleh peserta adalah universitas-universitas yang ada di Eropa.

Beliau melanjutkan, “Dari sekian ribu pencari beasiswa, peserta yang berdiri di depan ini adalah orang-orang yang memiliki kemungkinan sangat besar untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negeri. Mereka selangkah lebih maju dibandingkan dengan orang-orang yang belum memiliki LoA. ” Beliau melanjutkan pentingnya LoA bagi para pencari beasiswa.

Beliau melanjutkan, “Coba saya tanya kembali, diantara peserta yang datang acara hari ini siapa yang sudah tahu program studi apa yang akan di pilih?  Alasan kuat memilih program itu apa? Lalu sudah ada kah list (daftar) universitas mana saja yang menyediakan program yang anda pilih? Apa saja persyaratan agar diterima di universitas itu? lalu sejauh mana usaha anda memenuhi persyaratan itu?” Beliau kembali menerangkan, “Kalau anda belum tahu program apa yang akan anda pilih? Terus juga belum pernah sekali pun mencari daftar universitas yang memiliki program yang ada pilih. Terus kalian tidak mencari detail persyaratan dan tidak berusaha memenuhi persyaratan itu. Bagaimana universitas akan menerbitkan LoA untuk anda?”

Pertanyaan-pertanyaan itu menohok sekaligus membuka wawasan saya tentang beasiswa kuliah di luar negeri. Bahwa kuliah diluar tidak semudah yang saya kira sebelumnya.  Dari penjelasan Pak Ginanjar saya berkesimpulan, orang yang sudah memiliki LoA adalah orang yang dari sisi mental dan kemampuan dia telah memiliki kesiapan untuk mengikuti proses belajar. Mereka sudah memilik rencana studi dan riset yang jelas ke depannya. Mereka sudah tahu minat pada  program (jurusan) yang mereka pilih dan universitas yang mereka tentukan.  Mereka dengan segenap usaha memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh universitas baik syarat administrasi dan bahasa Inggris agar mereka di terima di universitas tersebut.

Pak Ginanjar melanjutkan, “Mulai hari ini anda cetak (print) persyaratan LoA dari universitas yang anda pilih  dan tempel daftar persyaratan tersebut di dinding kamar anda. Itu salah satu cara agar anda semangat dan anda sungguh-sungguh memenuhi persyaratan itu. Misalnya, persyaratan IELTS, lalu motivation letter, recommendation  letter, dan  persyaratan lainnya. Beri tanda checklist pada syarat yang sudah anda penuhi. Lihat dan evaluasi berkala apakah sudah ada perkembangan atau belum.”

Hari ini menjadi awal bagi saya mengenal beasiswa pendidikan. Selanjutnya adalah ikhtiar menjemput beasiswa. Memulainya dengan langkah kecil tapi nyata sedikit demi sedikit. Berdoa agar ada jalan yang memudahkan kaki ini tetap melangkah, akal ini terus berfikir, hati ini terus terjaga dari hal-hal yang dapat merusak niat, dan tangan ini terus menulis. Aamin

 

Jakarta, 15 Juni 2016

10 Ramadhan 1437 H

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: