Monthly Archives: June 2016

Satu Hari di Villa Lembang

Lembang, Bandung Juni 2009

Siang ini kami tiba di villa Lembang milik  Bapak Kamaludin. Beliau mengundang segenap pengurus dan santri Yayasan Marhamah Robbani untuk berlibur ke villa ini. ini kali kedua kami di undang datang ke villa milik beliau. Desauan angin menyambut kedatangan kami. Di langit matahari memancarkan teriknya membawa suasana cerah yang menghangatkan. Pohon-pohon yang rimbun membuat mata sulit untuk terpejam. Memandang hamparan hijaunya alam dari dataran tinggi ini membuat kami lupa akan rasa lelah setelah melewati perjalanan kurang lebih empat jam dari Bekasi dengan menaiki Bus pariwisata.

Rumah dua lantai ini adalah rumah yang luas. Di lantai dasar ada ruang tengah yang luas menghubungkan pintu utama. Di lantai dua selain terdiri dari tiga ruang kamar, di bagian tengahnya terdapat meja billiar. Yang menarik adalah halaman rumah ini yang luas. Bentuknya menyerupai persegi panjang membuat halaman ini lebih pantas disebut lapangan dibanding sekedar halaman. Halaman ini dipenuhi rumput-rumput yang terawat rapi. Di sebelahya terdapat taman kecil yang sudah ditumbuhi beragam bunga yang sudah bermekaran. Dari informasi Bapak Kamaludin, “jendela rumah ini sangat jarang dibersihkan. Dalam satu tahun bisa dihitung berapa kali jendela rumah ini dibersihkan. Udara di sekitar sini masih begitu alami dan bersih dari debu dan polusi kendaraan.” Rumah yang bersih nan asri ini cermin dari pemilik rumah ini yang sangat cinta kebersihan dan cinta pada penghijauan.

Acara di mulai sore hari yang di awali dengan sambutan dari Bapak Kamaludin. Acaranya diadakan di halaman. Kami mendengarkan sambutan beliau dengan duduk membentuk lingkaran beralaskan rerumputan. Selanjutnya acara games. Diantaranya, lomba memecahkan balon di kaki dimana setiap orang diberikan satu balon yang diikatkan di kaki. Satu dengan yang lainnya berupaya saling memecahkan balon lawan. Dua orang yang bertahan dengan balon masih utuh ditetapkan sebagai pemenang dan mendapatkan hadiah. Lomba kali ini begitu ramai dan mengundang keceriaan di wajah kami. Semua bergerak mengikuti irama lomba. Semua larut dalam kebahagian akan kebersamaan sore ini.

Keseruan dan keceriaan sore hari di halaman Villa dibalut Udara yang sejuk

Keseruan dan keceriaan sore hari di halaman Villa dibalut Udara yang sejuk

Games ini ditutup oleh pertandingan bola. Ini pertandingan yang paling seru buat santri laki-laki.  Kami membuat gawang dengan batu berukuran segi empat. Bola yang kami gunakan bola plastik. Pertandingan ini terbagi empat tim. Tim yang menang melawan tim yang menang dan tim yang kalah melawan yang kalah. Sore ini terik matahari sudah berkurang. Di temani semilir angin, pertandingan ini menguras tenaga membuat keringat kami mengalir deras. Teriakan para supporter masing-masing tim ikut menambah menyemangati kami meraih gol sebanyak-banyaknya. Matahari kian menepi menuju peraduan mengisyaratkan pertandingan ini berakhir. Lampu-lampu rumah penduduk sudah mulai menyala.

Foto bersama keluarga besar Marhamah Robbani sebelum kembali pulang ke Bekasi

Foto bersama keluarga besar Marhamah Robbani sebelum kembali pulang ke Bekasi

Menjelang adzan maghrib tiba, kabut menjalar memenuhi lingkungan sekitar villa membawa hawa dingin yang menyebar seisi rumah. Kabar baiknya rumah ini dilengkapi kran air dengan suhu panas  dan dingin otomatis. Sehingga tidak perlu menunggu lama, air hangat sudah bisa kami digunakan untuk berwudhu. Kami shalat maghrib berjama’ah di ruang tengah lantai dasar. Dilanjutkan berdoa bersama untuk Bapak Kamaludin dan keluarga yang sudah memfasilitasi liburan kami di villa ini.

Agenda selanjutnya makan malam. Beragam menu sudah tersedia diatas meja prasmanan yang berada di depan teras rumah. Saat kami keluar menuju teras, kabut sudah menyelimuti villa. Kabutnya tidak terlalu tebal, tetapi begitu nampak terlihat oleh mata. Bentuknya berupa gumpalan-gumpalan uap. Dia berhembus dan merayap mengikuti alur angin membawanya. Padahal saat ini masih pukul setengah tujuh, namun malam ini sudah gelap dan pekat. Terlihat malam ini langit sedikit mendung. Dingin semakin menusuk kulit kami. Pakaian yang kami kenakan malam ini hampir sama yaitu  ada yang mengenakan sweeter, jaket, dan pakaian lengan panjang.  Menu malam ini sate ayam, ayam goreng, rawon kambing dan sayur sop. Kami duduk menikmati sajian lezat di pelataran teras ini. Makan malam ini menghangati tubuh kami dari suhu udara yang semakin dingin.

Malam harinya acara bebas. Di luar sana malam terlihat cerah. Cahaya bulan menerangi gelapnya malam. Taburan bintang yang berkelip-kelip menampilkan keindahan alam dengan segala pesona yang dimilikinya. Semua memanfaatkan suasana ini dengan quality time bersama. Ada yang memilih main billiar di lantai dua. Ada yang ber-karaoke di ruang tengah lantai dasar. Ada yang bermain gitar sambil menyenandungkan lagu-lagu band bergenre pop. Tetapi di antara kami lebih banyak menghabiskan malam ini dengan duduk santai, saling berbagi cerita yang kadang mengundang tawa di teras lantai dua sambil memandangi kerlap-kerlip lampu kota Bandung. Menikmati malam di tengah suhu udara yang dingin di temani hembusan angin yang menambah sejuknya suasana ini. Semua bercerita sporadis tanpa arah. Semua mengungkapkan rasa melalui beragam ekspresi.

Cukup dengan suasana malam ini kebahagian begitu memenuhi hati kami. Membuat saya memaknai kebersamaan dan keakraban. Lebih dari itu, saya sudah mengangap mereka adalah bagian keluarga saya. kebersamaan yang cukup lama menambah erat hubungan persaudaraan ini. Walaupun rasanya malam ini semakin lengkap bila saja orang tua kami ikut menikmati indahnya malam di dataran tinggi ini. Meski begitu rasa bersyukur mesti ditumbuhkan. Bersyukur akan nikmat diberikan kesempatan mengunjungi daerah yang sejuk dengan beragam pemandangan yang membuat hati takjub dan kagum melihat ciptaan Allah.

Melalui villa ini, esok harinya sebelum kembali ke Bekasi saya menuliskan satu cita-cita yang sampai hari ini saya masih berusaha menggapainya.

Pagi hari di teras villa

Pagi hari di teras villa

 

Jakarta, 25 Juni 2016

20 Ramadhan 1437 H

Advertisements

EU-Indonesia Scholarship Info Day 2016

Jakarta, 28 Mei 2016

Pagi ini saya tiba di Grand Sahid Jaya Hotel  untuk mengikuti acara European Union – Indonesia Scholarship Info Day. Suasana lobby Ballroom Puri Ratna sudah dipadati oleh sejumlah peserta yang sedang berbaris antri  untuk registrasi. Saya ikut mengantri di belakang mereka. Ada dua orang wanita yang mengenakan tanda pengenal panitia.

“Mohon perlihatkan email konfirmasi dari kami dan tunjukkan KTP anda,” ucap seorang perempuan yang panitia dengan wajah ramah. Saya menunjukkan email konfirmasi melalui smartphone dan menunjukkan KTP. Mata mereka memeriksa dengan teliti data email dan KTP saya dan menggangguk pelan. Panitia meminta tangan saya untuk di cap stempel berwarna biru gelap yang bertuliskan EU Sholarship Info Day. Setelah itu mereka dipersilahkan saya memasuki Ballroom di lantai dua.

Saya mengetahui acara ini dari notifikasi email yang saya terima dari blog emundus.wordpress.com.  Acara ini gratis terbuka untuk umum. Dalam email tersebut terdapat link  yang menghubungkan registras acara ini secara online. Saya sangat tertarik dengan acara ini dan waktu acaranya juga di akhir pekan, dengan pertimbangan itu saya melakukan registrasi secara online. Saya tertarik ikut acara ini karena saya ingin mendapat informasi mengenai beasiswa pendidikan di dalam dan di luar negeri.

Tiba di lantai dua. Di depan ruangan sudah ada meja both para exhibitors. Saat saya memasuki ruangan sebagian besar kursi sudah terisi oleh pesera yang datang lebih awal. Saya duduk di kursi bagian kanan di posisi tengah. Kursi peserta di setting menjadi tiga bagian yaitu bagian kiri, tengah, dan kanan. Kursi-kursi itu berbaris memanjang ke belakang. Di antara bagian kiri dengan bagian tengah & bagian tengah dengan bagian kanan terdapat dua buah microphone lengkap dengan tiangnya yang sudah berdiri yang diletakkan di tengah dan belakang. Di depan ruangan terdapat dua buah layar proyektor yang sudah menyala. Ada air conditioner yang sudah sejak tadi membuat sejuk, pencahayaan lampu yang menjangkau seisi ruangan, Sound system yang bergema membuat acara ini begitu lengkap membentuk harmonisasi. Semua bergerak pada alur dan peran pada waktu yang bersamaan. Kerja keras dan persiapan yang matang dari panitia dalam menyelenggarakan acara ini sangat patut mendapat apresiasi.

Sumber : twitter @uni_eropa

Sumber : twitter @uni_eropa

Berdasarkan email dari panitia, “Puri Ratna ballroom can accomodate around 400 persons. The seats will be available on a first come, first served basis. Visitors are not allowed to reserve the seats for their colleagues who arrive later.” Menjelang acara opening, peserta yang baru tiba semakin ramai. Kursi-kursi yang disediakan panitia tidak mampu menampung besarnya  para peserta yang tiba belakangan itu. Dengan terpaksa sejumlah peserta berdiri di belakang dekat pintu utama mengikuti acara opening.

Opening dimulai pukul 09.00 diawali dengan mendengarkan anthem Indonesia Raya dan anthem European Union. Master Of Ceremony meminta seluruh hadirin berdiri. Saat mendengarkan anthem Indonesia Raya ada perasaan haru yang memenuhi hati saya. Ada rasa semangat dan optimis yang tersirat  saat mendengarkannya. Mungkin karena suasana ruangan ini yang dipenuhi oleh cita-cita dan asa para peserta . Seluruh hadirin larut dalam keheningan dan mendengarkan dengan seksama. Ada panitia yang ikut bernyanyi mengikuti alunan lagu dengan suara lirih.

Dilanjutkan dengan sambutan sekaligus membuka acara scholarship info day oleh Mr. Vincent Guerend, Ambassador of the European Union to Indonesia and Brunei Darussalam. Selesai sambutan beliau meminta perwakilan dari Indonesia (diwakili oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) dan Embassy European Union maju ke panggung utama. Mereka serempak membunyikan lonceng tanda bahwa acara ini secara resmi telah dibuka. Pantulan Cahaya foto hadirin silih berganti mengabadikan acara opening ini.

SUmber : Twitter @uni_eropa

Sumber : Twitter @uni_eropa

Dalam acara ini ada 12 negara exhibitors yang akan mempresentasikan beasiswa diantaranya, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (Indonesia),Uni-Italia, IFI – Campus France, DAAD Germany, Nuffic Neso Netherlands, Chevening Scholarship UK, Study in Sweden, Embassy of Hungary, Embassy of Poland, Embassy of Spain, Embassy of Austria, dan European Union – Erasmus+. Waktu presentasi masing-masing negara selama 25 menit, termasuk di dalamnya presentasi power poin, tanya jawab, dan kuis. Bagi peserta yang bertanya dan menjawab kuis diberikan hadiah dari para exhibitors.

Tidak ada keharusan peserta mengilkuti presentasi secara keseluruhan. Peserta diberikan kebebasan untuk tetap di dalam ruangan mendengarkan presentasi yang sedang berlangsung atau berkunjung ke both-both para Exhibitors yang ada di depan ruangan untuk memperoleh brosur ataupun penjelasan detail tentang beasiswa dari negara tersebut sambil menunggu presentasi beasiswa selanjutnya sesuai pilihan beasiswa yang diminatinya.

Sumber : Twitter @uni_eropa

Sumber : Twitter @uni_eropa

Presentasi pertama disampaikan oleh perwakilan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Diawali beasiswa tersedia di LPDP, persyaratan umum untuk apply beasiswa, dan tuition fee bagi penerima beasiswa. Detail informasi itu dapat dilihat di http://www.lpdp.kemenkeu.go.id. Semua dijelaskan secara rinci oleh tiga pembicara. Salah satunya disampaikan oleh Bapak Danang Rizki Ginanjar, ketua Mata Garuda (ikatan alumni para awardee LPDP). Beliau mengawali dengan pertanyaan, “Siapa diantara peserta yang hadir di ruangan ini yang sudah memiliki LoA (Letter of Acceptance) conditional maupun unconditional?,” Beberapa peserta menunjuk tangan. “silahkan maju ke depan bagi peserta yang sudah memiliki LOA. Belasan peserta maju ke panggung utama. Beliau bertanya kepada setiap peserta yang maju dengan pertanyaan yang sama, “Dapat LoA dari Universitas mana?” Setiap peserta menyebutkan universitas yang memberikan LoA. Di antara peserta yang maju itu ada peserta yang memiliki lebih dari satu LoA bahkan ada yang sampai memperoleh tiga LoA dari. Hampir seluruh universitas yang disebutkan oleh peserta adalah universitas-universitas yang ada di Eropa.

Beliau melanjutkan, “Dari sekian ribu pencari beasiswa, peserta yang berdiri di depan ini adalah orang-orang yang memiliki kemungkinan sangat besar untuk memperoleh beasiswa melanjutkan pendidikan di luar negeri. Mereka selangkah lebih maju dibandingkan dengan orang-orang yang belum memiliki LoA. ” Beliau melanjutkan pentingnya LoA bagi para pencari beasiswa.

Beliau melanjutkan, “Coba saya tanya kembali, diantara peserta yang datang acara hari ini siapa yang sudah tahu program studi apa yang akan di pilih?  Alasan kuat memilih program itu apa? Lalu sudah ada kah list (daftar) universitas mana saja yang menyediakan program yang anda pilih? Apa saja persyaratan agar diterima di universitas itu? lalu sejauh mana usaha anda memenuhi persyaratan itu?” Beliau kembali menerangkan, “Kalau anda belum tahu program apa yang akan anda pilih? Terus juga belum pernah sekali pun mencari daftar universitas yang memiliki program yang ada pilih. Terus kalian tidak mencari detail persyaratan dan tidak berusaha memenuhi persyaratan itu. Bagaimana universitas akan menerbitkan LoA untuk anda?”

Pertanyaan-pertanyaan itu menohok sekaligus membuka wawasan saya tentang beasiswa kuliah di luar negeri. Bahwa kuliah diluar tidak semudah yang saya kira sebelumnya.  Dari penjelasan Pak Ginanjar saya berkesimpulan, orang yang sudah memiliki LoA adalah orang yang dari sisi mental dan kemampuan dia telah memiliki kesiapan untuk mengikuti proses belajar. Mereka sudah memilik rencana studi dan riset yang jelas ke depannya. Mereka sudah tahu minat pada  program (jurusan) yang mereka pilih dan universitas yang mereka tentukan.  Mereka dengan segenap usaha memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh universitas baik syarat administrasi dan bahasa Inggris agar mereka di terima di universitas tersebut.

Pak Ginanjar melanjutkan, “Mulai hari ini anda cetak (print) persyaratan LoA dari universitas yang anda pilih  dan tempel daftar persyaratan tersebut di dinding kamar anda. Itu salah satu cara agar anda semangat dan anda sungguh-sungguh memenuhi persyaratan itu. Misalnya, persyaratan IELTS, lalu motivation letter, recommendation  letter, dan  persyaratan lainnya. Beri tanda checklist pada syarat yang sudah anda penuhi. Lihat dan evaluasi berkala apakah sudah ada perkembangan atau belum.”

Hari ini menjadi awal bagi saya mengenal beasiswa pendidikan. Selanjutnya adalah ikhtiar menjemput beasiswa. Memulainya dengan langkah kecil tapi nyata sedikit demi sedikit. Berdoa agar ada jalan yang memudahkan kaki ini tetap melangkah, akal ini terus berfikir, hati ini terus terjaga dari hal-hal yang dapat merusak niat, dan tangan ini terus menulis. Aamin

 

Jakarta, 15 Juni 2016

10 Ramadhan 1437 H