Separuh Perjalanan

hope

Universitas Indraprasta PGRI tahun 2014. Di ufuk barat matahari masih memancarkan cahayanya menemani langit. Kali pertama memasuki gerbang kampus ini hati saya sudah tertanam niat di sini adalah tempat saya menimba ilmu. Tidak ada keraguan sama sekali tentang niat itu. Saya melangkahkan kaki menuju ruangan yang telah di tentukan oleh dosen Penasihat Akademik. Saat berjalan, saya melihat ada tiga gedung kampus ini berwarna coklat yang berdiri kokoh dan tinggi. Setiap gedung memiliki tinggi yang sama, yaitu terdiri dari lima lantai. Tiga gedung tersebut berdiri berbentuk letter U. Di tiap lantai dasarnya bertuliskan nama gedung dengan kode angka.

Saya menaiki anak tangga satu per satu dengan sorot mata penasaran dan rasa ingin tahu. Saya berusaha memperhatikan setiap lantai yang saya lewati. Seperti wajah orang yang baru pertama kali menginjakkan kaki di suatu tempat, sama seperti itu juga yang saya rasakan. Rasa penasaran akan letak ruang kelas memenuhi kepala saya. Belum ada satu pun orang yang saya kenal di sini. Saya hanya berjalan dan terus melangkah hingga saya tiba di depan ruang kelas yang sudah tertutup pintunya.

Di dalam ruangan itu yang sudah ramai mahasiswa baru. Sudah ada seorang yang memberi penjelasan di depan kelas dan saya yakin sekali dia adalah dosen Penasihat Akademik untuk kelas saya. Saya memang telat dari jadwal yang telah di tentukan karena saat datang ke sini bersamaan dengan jadwal pulang kerja saya. Keringat dingin meluncur sendirinya di pelipis kepala saya. Ada rasa sesal, kenapa tadi saya tidak ijin pulang kerja lebih cepat. Saya masih belum berani untuk masuk ruangan tersebut. Saya berdiri di depan pintu berharap ada mahasiswa baru yang sama telat dengan saya agar saya ada barengan untuk masuk kelas. Tapi ternyata setelah menunggu beberapa menit tidak ada sama sekali teman satu kelas yang datang telat. Saya memutuskan menunggu sampai semua selesai, setelah itu saya masuk ke ruangan tersebut untuk mengisi Kartu Rencana Studi semester satu.

mkunindra

Sumber : mkunindra.com

Dua bulan pertama, saya mengenal lingkungan kampus. Saya mulai tahu di mana letak ruang perpustakaan, ruang lab komputer, tempat parkir motor dan kantor koperasi Universitas Indraprasta PGRI –tempat mahasiswa membeli buku-buku perkuliahan. Untuk ruang Tata Usaha dan ruang bagian Kemahasiswaan pasti setiap mahasiswa baru sejak proses pendaftaran sudah diberi arahan letak dan posisinya dari bagian informasi kampus.  Saya mulai beradaptasi dengan kegiatan belajar di kampus, berkenalan dengan teman-teman di kelas, mengenal dosen-dosen yang mengajar di kelas, dan semua rasa penasaran saat menjadi mahasiswa baru mengenai lingkungan kampus ini saya temukan jawabannya dengan berjalannya waktu.

Bertambah teman berarti bertambah keseruan. Satu kelas bareng selama hampir dua tahun ini bukan berarti hanya sebatas mengenal nama. Saya mengenal lebih dekat beberapa karakter teman-teman di kelas dan saya berusaha menyesuaikan dan menghargai setiap perbedaan karakter yang ada. Di sini saya belajar banyak arti memahami pertemanan dan pentingnya saling menghargai satu dengan yang lainnya. Karena saya yakin sekali, selama kita mampu menghargai orang lain siapa pun itu, selama itu juga orang lain akan menghargai kita. Duduk bersama di kelas, belajar bareng ketika mengerjakan tugas kelompok, main futsal bersama, dan nongkrong di warung pinggir jalan (angkringan) dengan sendirinya menambah suasana semakin akrab. Atmosfer di kelas ini memang sudah sedemikian adanya. Sudah terkenal sebagai kelas yang ramai, anak-anaknya pada aktif saat forum presentasi mata kuliah tertentu, dan membawa enjoy aja saat tugas kuliah menumpuk. Karena kami sudah sama-sama menyadari, kami kuliah dengan tenaga seadanya, sisa-sisa tenaga selepas seharian bekerja. Mata yang kami gunakan kuliah juga mata yang sebentar lagi terlelap.

Unindra

Universitas Indraprasta PGRI

Menghadirkan hati di setiap pertemuan dan kebersamaan ini akan menguatkan langkah saya mencapai mimpi saya yang sudah ada dalam benak saya. Semangat berkarya hari ini sebagai modal keberhasilan di masa yang akan datang. Setiap proses usaha dan resiko di lewati saat ini membuat diri ini semakin dewasa dan tidak mudah menyerah.

Minggu sore, di saat istirahat selepas rapat di Unit Aktivitas Mahasiswa (UNITAS) Pend. Ekonomi, saya berjalan memasuki gedung 4 kampus Gedong. Saya berhenti kemudian saya melihat majalah dinding di lobby gedung tersebut. Mading tersebut di berbagai brosur informasi kegiatan kampus dari berbagai organisasi mahasiswa (ormawa) dan di sana juga terdapat hasil karya mahasiswa/i berupa cerita pendek, puisi, sajak dan karya sastra lainnya yang dikelola oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Media Kampus. Dari situ saya semakin tertarik untuk terus menulis dan berharap suatu hari nanti tulisan saya dapat di muat di mading tersebut.

 

Selesai di tulis,

Di Jakarta, 11 April 2016

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “Separuh Perjalanan

  1. Afsokh Q (@SoQ__) May 12, 2016 at 9:56 pm Reply

    ceritanya ringan, tapi dibawa dengan begitu nyaman. hahaha.. suka sama tulisan kak imron ini xD

    • imron prayogi May 14, 2016 at 8:15 am Reply

      Thanks afsokh sudah berkunjung ke blog sya. Karena menulis yg mudah itu menulis tntang apa yang mnjdi pngalaman diri sendiri dan yang ada di sekitar kita. Benar gak sih? Hahah

  2. restu ahmadd kafabih July 12, 2016 at 8:48 pm Reply

    mantap mron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: