Teman Dalam Perjalanan

Hidup adalah perjalan panjang yang penuh dengan beragam peristiwa. Di awali dengan suara tangis, kita semua terlahir dari rahim seorang ibu. Dari mulai kita tidak bisa apa-apa, melewati sebuah proses kita tumbuh sebagai manusia seutuhnya. Kita bisa berbicara, kita bisa mendengar, kita bisa melihat, kita bisa melangkah, kita bisa mengungkapkan perasaan yang kita rasai. Semua itu bergantung pada kemauan kita. Tapi di satu sisi kita harus menyadari bahwa kita adalah seorang manusia yang membutuhkan bantuan manusia lainnya. Kita tidak bisa hidup sendirian. Ada sisi-sisi perbuatan kita yang tidak boleh mengganggu sesama, membuat kegaduhan di lingkungan, dan membuat suasana di sekitar kita menjadi kurang nyaman. Karena dengan adanya sesama, nurani dan nilai-nilai kemanusian kita tumbuh. Kita merasa diakui keberadaan kita sehingga kita dihormati oleh sesama. Kita mendapat apresiasi atas prestasi yang kita raih dari sesama kita. kita menjadi lebih peduli dan peka terhadap masalah sosial yang terjadi di sekitar kita. kita bisa bersosialisasi dan hidup berdampingan dengan sesama kita.

Di dalam perjalanan waktu, kita dipertemukan dengan banyak orang dengan berbagai latar belakang. Ada yang memang dipertemukan hanya untuk kita mengenal sekilas lalu berlalu begitu saja tanpa ada pesan yang dipetik dari pertemuan itu. Ada juga yang saat-saat kita dipertemukan oleh orang-orang dimana hadirnya mereka memberi dampak pada perilaku dan karakter kita. Mereka tidak sekedar ada dalam kamus kehidupan kita, namun mereka memberi pesan yang tak berkata berupa teladan dalam bersikap dan bertutur kata. Dari mereka, kita bisa belajar berbenah diri, merubah orientasi hidup, merumuskan cita-cita juga harapan yang ingin kita raih dalam hidup ini.

Ada saat-saat kita bisa menikmati waktu bersama orang terdekat dengan kita. Bersama orang tua, bersama kakak dan adik kita,  bersama teman sepermainan di waktu kita masih duduk di bangku Sekolah Dasar, bersama sahabat dalam komunitas yang sama, bersama guru-guru yang kita sayangi. Dari mereka, kita bisa tersenyum melihat dunia dari sisi yang berbeda. Dari mereka, wawasan kita berkembang dan kita bisa memahami pengetahuan secara utuh. Dari mereka, kita belajar arti kerja keras, tidak mudah menyerah dan tidak cepat puas dengan apa yang diraih. Dari mereka, kita belajar menghargai dan peduli. Dari mereka, kita belajar untuk tidak banyak berkeluh kesah.

Di sisi lain ada saat-saat kita berpisah sementara waktu meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di daerah yang berbeda, meninggalkan orang-orang yang kita sayangi.  Di saat itulah kita akan merasa sangat rindu dengan mereka. Semakin lama, semakin besar rasa rindu itu. Melalui tulisan dan melalui doa-doa panjang di malam hari, kita bisa meluapkan rasa rindu itu kepada mereka. Doa adalah sarana terbaik kita untuk mengungkapkan seluruh perasaan, seluruh kerinduan, seluruh permasalahan. Karena di sana, kita merendah, bersimpuh, melepaskan semua kesombongan yang membelenggu,  kita memohon kepada Allah yang Maha Mengetahui dengan sepenuh harap dan kejujuran hati.

Tanpa kita sadari, orang tua, guru-guru di sekolah, di pesantren maupun di Taman Pendidikan Al-Qur’an, mereka adalah guru kehidupan bagi kita. Mereka berbagi dengan apa yang mereka miliki dengan rasa tulus tanpa mengharap apapun kecuali limpahan kasih sayang dari Allah Yang Maha Rahman. Mereka mendidik dengan penuh tanggung jawab dengan harapan anak muridnya suatu hari bisa menjadi pribadi yang bermanfaat di lingkungan sekitarnya. Mereka tidak pernah bangga dengan nilai akademis yang tinggi anak muridnya, namun pada saat yang sama perilaku dan ucapannya anak muridnya buruk. Mereka tidak bangga dengan prestasi lomba-lomba yang banyak yang diraih anak muridnya, namun di sisi lain anak muridnya semakin jauh dari Allah dan merasa angkuh. Mereka sangat sedih ketika anak didiknya melalaikan kewajiban yang Allah tetapkan sebagai seorang muslim. Mereka akan sangat bangga saat dimana anak muridnya menjadi pribadi muslim yang taat, memiliki tutur kata yang santun dan lembut, dan memiliki semangat belajar yang tinggi.

Beberapa tahun berlalu. Saya mulai dengan aktivitas baru saya. Saya mulai bekerja. Di beberapa kesempatan saya tetap menjumpai mereka. Merajut silaturahmi yang telah terjalin sekian lama. Mereka masih tetap sama seperti dulu. Selalu tersenyum hangat dan selalu menitipkan pesan-pesan kebaikan dalam setiap perbincangan.  Bertemu dengan mereka membuat rindu saya terobati. bertemu dengan mereka membuat saya untuk semangat berlomba-lomba dalam kebaikan. Saya selalu ingat mereka selalu bertanya kepada saya, bagaiman perkembangan hafalan qur’anyang sudah kamu hafalkan? Bagaimana puasa senin-kamis yang dulu kamu giatkan? Bagaimana shalat lima waktumu? Pertanyaan itu membuat saya haru. Sekian lama berpisah, mereka masih merindui saya dan masih peduli dengan kondisi ibadah saya saat ini. Mereka ingin memastikan apakah muridnya masih istiqomah. Apakah yang mereka bisa berikan sebagai bekal hidup muridnya di luar sana. Lalu mereka memberi nasihat. Nasihat sederhana yang mencerahkan dan meneguhkan. Setiap kali bertemu dengan mereka, selalu ada pesan kebaikan yang saya dapat dari pertemuan itu.

 

Selesai ditulis di Jakarta, 1 Maret 2016

Advertisements

4 thoughts on “Teman Dalam Perjalanan

  1. Fikri Maulana March 1, 2016 at 6:45 pm Reply

    Indahnya punya temen yang selalu memberi kita kesan baik dan positif di setiap harinya 🙂

    • imron prayogi March 3, 2016 at 9:56 pm Reply

      Salam kenal mas fikri. Teman itu seperti cermin, dia selalu menampakkan sikap kita, kekurangan dan kelebihan pada diri kita. Pada teman, selalu kita temui ruang untuk berbagi cerita, berbagi nasihat utk saling mnguatkan jiwa.

      Terimakasih ya mas fikri sudah mampir di blog sya

  2. inda chakim March 1, 2016 at 10:13 pm Reply

    alhamdulillh, selamat yak karna, masih ada yg suka mengingatkan dan mengajak utk sellau berbuat baik

    • imron prayogi March 3, 2016 at 9:50 pm Reply

      Salam kenal ya inda. Iya inda, pertemanan yg di dasari kejujuran dan ketulusan itu akan terus terjalin. Mau saling menghargai, itu jg salah satu kuncinya.

      Terima kasih indah sudah mampir di blog sya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: