Trip To Merbabu 1

 

Jam menunjukkan pukul 23.00.  Tanda jadwal keberangkatan kereta api dari stasiun Senen. Dengan langkah setengah dipaksakan. Bukan dipaksakan melainkan tas Carrier yang ku bawa memang berat sekali. mungkin belum terbiasa.  jadinya langkah kakiku tidak leluasa seperti biasanya. Malam ini stasiun ini cukup ramai. Sebagiannya terlihat anak-anak muda ber tas besar di punggungnya, tas yang biasa dipakai untuk pendaki gunung. Sebagian lagi orang tua yang hendak naik kereta menuju kampung halamannya. Ini pertama kali bagiku menginjakkan kaki di stasiun setelah lima tahun terakhir. Stasiun ini terlihat lebih bersih dan tempat parkirnya juga tertata rapi.

“Imron Prayogi. Suara anak muda yang kemudian hari saya mengenalnya. Namanya Wildan.

“Ya, saya Imron. Jawabku sambil mengangkat tangan.

“Ini tiket keretanya ya. Nanti ketika di loket pemeriksaan sekalian tunjukkan KTP asli.”

“Oke. Terimakasih Bang.

Saya berjalan menuju pintu loket pemeriksaan. Ku tunjukkan tiket dan KTP asli milikku. Dan dipersilahkan langsung menaiki kereta. Di tiket tertulis gerbong 5 kursi 17 D. Tidak lama saya menemukan gerbong tersebut kemudian langsung menaiki kereta dan duduk sesuai nomor kursi yang tertera di tiket. Nama kereta api ini Tawang Jaya tujuan stasiun Semarang Poncol.

IMG_20151012_223555

Perjalanan kali ini saya tidak sendiri. Saya bersama teman-teman dari Jakarta akan travelling bersama mendaki gunung Merbabu, Jawa Tengah. Jumlah kami dua puluh lima orang. Sebagian besar dari kami adalah mahasiswa. Ada yang dari Unindra, UIN Syarif Hidayatullah, Univ. Esa Unggul, Univ. Budi Luhur dan Uhamka. Saya dapat info mendaki gunung merbabu dari Safira, teman satu kelas di Pend. Ekonomi. Ini kali pertama saya mendaki gunung. Ada rasa khawatir awalnya. Apa fisikku kuat melakukan perjalanan panjang ini? apa nantinya diriku merepotkan yang lain? Dan yang paling penting apakah saya bisa memaknai arti perjalanan ini?

Priiiit. Bunyi pluit dari salah satu petugas stasiun menandakan kereta segera berangkat. Bismillahi tawakaltu ‘alallah, ucapku lirih. Selamat jalan Jakarta. Kereta yang kami naiki cukup ramai. Tetapi walaupun ramai tetap semuanya dapat kursi untuk duduk. Tidak ada penumpang yang berdiri. Semakin lama dingingnya AC semakin terasa. Saya mengenakan jaket. Malam semakin larut. Saya masih juga terjaga. Padahal tubuh ingin sekali tidur. Seharian kerja dan mempersiapkan perlengkapan untuk empat hari ke depan membuat energi terkuras. Yang tersisa hanya lelah. Mungkin tubuh saya merespon adanya perubahan dari posisi tidur saya dengan posisi duduk. Ditambah kereta yang sedang berjalan. Getarannya kian terasa dan suara mesinnya juga tidak bisa dibilang pelan. Ini yang menyebabkan saya sulit tertidur. Meski berulang kali saya memejamkan mata. Sesekali saya melihat ke pandangan di luar kereta. Yang terlihat hanya gelap dan kelap kelip lampu jalan raya di sekitaran pinggir rel.

Ada yang membuatku haru malam ini. saya menyaksikan satu keluarga dan anaknya di depan kursiku. Kursi mereka dengan kursi ku duduk berhadapan. Ibu tersebut tidur dengan memangku anaknya yang masih kecil. Dan si Bapak tidur dengan posisi duduk. Raut lelah di wajahnya bisa kulihat dengan jelas. keluarga yang kompak. Ketenangan itu sederhana sekali. disana ada bapak ibu yang melindungi anaknya. Meski tubuh mereka sendiri menjadi tumpuan, menjadi terbebani, tetapi terlihat sekali mereka tidak menganggapnya sebagai beban. Terlihat harmonis dan saling menghargai satu dengan yang lain. “ini bukan kebetulan kan Ron? Ini qadarallah. Allah menunjukkan bahwa dengan berkeluarga akan memberikan rasa ketenangan (sakinah). Niatkanlah menikah karena Allah. Rasa sepi dan sunyi di hatimu yang kian bertambah mestilah diramaikan dan diwarnai dengan kehidupan baru dengan berkeluarga.” Separuh hatiku membenarkan. Kini saatnya menanti dengan prasangka baik, berikhtiar yang maksimal, memperbaiki diri, dan berdoa agar dimudahkan.

Jakarta, 27 September 2015

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: