Aktualisasi Pelajar dalam Bermasyarakat

Tri Dharma Perguruan Tinggi

Tri Dharma perguruan tinggi terdiri dari 3 poin :

  1. Pendidikan dan pengajaran
  2. Penelitian dan pengembangan
  3. Pengabdian kepada masyarakat

Tri Dharma menjadi tanggung jawab seluruh dosen, mahasiswa, serta orang-orang yang terlibat dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi (civitas akademika).

  1. Pendidikan dan Pengajaran

Undang-undang tentang pendidikan tinggi menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan  terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.,

  1. Penelitian dan pengembangan
  2. Pengabdian kepada masyarakat

Undang-undang tentang pendidikan tinggi, pengabdian kepada masyarakat adalah kegiatan civitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

Aktualisasi Pelajar dalam kehidupan Sosial dan Masyarakat

Berangkat dari Tri Dharma Perguruan Tinggi tersebut, maka saya menuliskan beberapa poin mengenai aku dan peranku sebagai mahasiswa diantaranya :

 

  1. Belajar Dengan Sungguh-Sungguh

Niat awal saya melanjutkan kuliah di perguruan tinggi adalah ingin memperoleh ilmu pengetahuan, menambah wawasan, dan mengembangkan potensi minat terhadap jurusan yang saya pilih. Belajar menurutku adalah proses perubahan mental dari yang tadi belum tahu menjadi tahu, yang sebelumnya belum paham menjadi paham. Menghadiri perkuliahan tepat waktu, membeli buku yang dibutuhkan di perkuliahan kemudian membacanya, mengerjakan tugas kuliah yang diberikan dosen (tugas individu dan tugas kelompok) adalah caraku untuk mendapatkan ilmu.

Hal ini juga sebagai tanggung jawab saya sebagai mahasiswa untuk merealisasikan tri dharma perguruan tinggi yang salah satunya, pendidikan dan pengajaran. Belajar dengan rasa tanggung jawab menjadikan saya untuk pandai mengatur waktu, kapan waktu untuk belajar, kapan waktu berolahraga, kapan waktu bekerja. Itu semua membuat saya menjadi lebih menghargai waktu. Benar kata seorang guru menulisku Bapak Oleh Sholihin (penulis buku-buku remaja) dia pernah bilang, “kegagalan merencanakan suatu hal sama saja artinya merencanakan kegagalan.” Meskipun saat ini belum sepenuhnya saya mempunyai waktu belajar harian, saya akan membuat jadwal belajar harian itu dan berusaha berkomitmen atas jadwal yang saya buat. Belajar itu tidak mengenal kata sempat atau tidak sempat. Karena pelajar yang baik adalah dia yang selalu mau meluangkan dan mau menyempatkan sebagian waktunya untuk mau belajar.

  1. Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Kedua orang tua adalah orang yang Tuhan takdirkan untuk merawat, mendidik, mengasuh dan membesarkan kita dengan rasa kasih sayang yang murni dan tulus. Mereka adalah orang yang mengajari kita mengenal dunia ini, mengenalkan bentuk-bentuk interaksi sosial dan budaya kepada kita. Mereka mengajari kita cara makan yang baik, mengajari cara tatakrama yang santun kepada sesama, dan mengajari kita mengenal Tuhan. Menurut Kang Tasaro GK (penulis novel Galaksi Kinanthi), “menjadi orang tua itu seperti meletakkan jiwa yang ada pada diri sendiri pada tubuh orang lain.” Saya memahami ini sebagai bentuk kasih sayang orang tua kepada anak yang tanpa syarat apapun dan selalu mau menerima kehadiran sang anak kapan pun.

Ikatan yang begitu kuat antara ayah dan ibu membuatku sadar, di sisa usia yang Tuhan berikan, saya berusaha untuk terus berbuat baik kepada keduanya dengan cara yang saya mampui. Saya akan berusaha menjaga ucapanku agar tidak menyinggung apalagi menyakiti perasaan keduanya.  Saya selalu menuruti pinta dan keinginan keduanya selama hal yang diingini itu adalah kebaikan. Tetesan keringat ketika ayah bekerja demi membiayai sekolahku dan saudara-saudaraku, bukti betapa teguhnya pendirian seorang ayahnya yang mengingkan kelak anak-anaknya ketika sudah besar mesti meneladani kerja keras sang ayah. Saya memaknai ini seakan-akan ayah ingin bilang kepadaku, “Nak, suatu hari engkau akan menjadi seorang ayah bagi istri dan anak mu, maka dari itu bekerja keraslah untuk menafkahi keluargamu. Jangan mengharap belas kasihan orang lain, menengadah tangan kepada orang lain. Walaupun ayah bukan orang kaya, tapi kita punya harga diri yang mesti dijaga dan dipertahankan. Jemput rahmat Tuhan dengan kerja kerasmu Nak.”

Ibu, kepadanya aku belajar mengerti apa kasih sayang itu. Dengannya, aku belajar bicara yang lembut, ramah, dan santun. Dengannya juga, aku mengerti arti belaianmu ketika aku sedang menghadapi masalah yang berat. Dia selalu menyediakan ruang untuk mendengarkan curahan hatiku. Aku mengerti air mukamu yang khawatir dan sedih, ketika aku sedang sakit bahkan aku sempat  dirawat di rumah sakit. Masih terekam jelas olehku di saat aku dirawat di salah satu Rumah Sakit swasta di Bekasi, aku terbangun dari tidurku dan aku melihat wanita disampingku duduk tertidur lelah, di saat itu aku sadar bahwa Ibu adalah orang yang pertama kali berjuang keras ketika melahirkan anaknya sekaligus orang yang pertama berjuang mati-matian mempertahankan hidup anaknya. Aku mencintai Ibu karena Allah. Allah Tuhanku, shalehkan diriku dan beri kekuatan untuk menjaga keshalehan itu. Karena hanya dengan itu Engkau mau mendengar dan mengabulkan doa-doa untuk ayah dan ibuku, amiin.

  1. Ikut Aktif dalam Komunitas di Masyarakat

Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. berorganisasi, bermasyarakat, berinteraksi merupakan hal yang pasti dijalani oleh tiap manusia. Keluarga adalah organisasi terkeci dalam sebuah masyarakat, secara tidak langsung kita telah merealisasikan proses dari berorganisasi.

Saat ini saya sedang aktif dalam dua komunitas yaitu, komunitas kepenulisan yang bernama OneWeekOnePaper dan komunitas yang bergerak di bidang sosial dan pendidikan Charity of Children Education (CCE) di Kebagusan, Jakarta Selatan. Pertama, yang mendasari ikut komunitas kepenulisan adalah aku ingin belajar dan berlatih menulis. Dengan bergabung di komunitas kepenulisan itu, semangat dan motivasi menulis saya bisa terjaga. Di dalamnya banyak agenda-agenda yang memacu anggota komunitas untuk mau menulis. Ada program malam narasi, program sharing bareng penulis, program malam keakraban (makrab). Memang kembali lagi pada motivasi tiap individu, kalau menulis hanya menunggu waktu luang, masih menunggu mood datang, masih takut salah, ya individu tersebut yang akan mendapatkan sejauh mana perkembangan menulisnya. Bagiku, menulis itu adalah sarana berbagi cerita, meluapkan perasaan dan emosi lewat kata demi kata, sekaligus sarana me-muhasabahi diri untuk berubah lebih baik dari waktu ke waktu. Keinginan terbesar setelah gabung dalam komunitas kepenulisan ini, ingin menulis buku fiksi (novel dan kumpulan cerita pendek) yang diterima di masyarakat.

First Gathering dengan kawan-kawan OneWeekOnePaper di Kalibata City Jakarta

Kedua, bergabung dengan komunitas CCE, awalnya saya ingin berlatih mengajar disana. Karena memang sejak SMA saya memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Sampai saat ini, saya masih ingin menjadi seorang guru. Di komunitas ini saya belajar cara mengajar yang baik untuk materi yang dikuasai (saya diamanahi untuk mengajar cara membaca al-qur’an yang baik dan benar dan pengetahuan agama Islam), bermain bersama dengan kakak-kakak pengajar yang lain dan adik-adik belajar di komunitas ini. menurut saya dengan ikut komunitas yang baru berarti menambah teman baru dan menambah pengalaman baru. Dengan ikut komunitas yang sesuai minat, waktu saya menjadi lebih bermanfaat dengan aktivitas-aktivitas yang positif.

 

 

Ditullis pada 07 Oktober 2015 : Untuk memenuhi Tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya Dasar

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: