Sepenggal Harapan Sederhana

 

Sudah memasuki bulan Mei. Bulan ini saya dilahirkan. Kalau ingat usia yang semakin menua, ingin rasanya mengejar kebaikan-kebaikan yang belum dilaksanakan. Rencana-rencana hidup yang  masih tertunda, ingin sekali mencapainya dengan segenap usaha yang dimampui diri. Diriku yang selama ini mencoba menjadi pribadi tangguh, tapi ternyata tidak setangguh yang kukira. Saya berusaha menutupi kerapuhan jiwa ini dengan selalu mengatakan kepada diri sendiri, saya baik-baik saja. Saya yang ingin bercerita banyak hal yang saya rasakan dari kehidupan ini, tetapi tak kunjung berani menceritakan itu. Tentang rasa jenuh, tentang rasa khawatir, tentang harapan-harapan diri yang kadang hadir tapi saya masih saja berdiam diri. Dalam banyak hal, saya memilih menyendiri. Lebih banyak curhat kepada Allah tentang segenap rasa yang saya rasakan. Setelah shalat, saya selalu berdoa agar dikuatkan diri, dikokohkan jiwa dalam menjalani hidup. Doa sumber kekuatan bagiku tersendiri. Ketika saya merasa saya tidak kuat menanggung semua beban kehidupan, ketika semua usaha sudah dicoba, saya menengadahkan tangan dengan kerendahan diri, “Ya Allah Yang Maha Kuat, bila langkah-langkah kaki saya menuju suatu tempat ke tempat lain, usaha demi usaha yang saya lakukan adalah bagian ikhtiarku untuk mengakhiri potongan masalah yang sedang saya hadapi, maka bantulah saya mendapatkan solusi dari persoalan hidup yang sedang saya hadapi.”

Saya tidak pernah tahu bagaimana perjalanan ini akan berakhir. Tapi saya percaya setiap jengkal usaha yang saya lalui demi memperbaiki diri, demi menjemput janji-janji masa depan tidak pernah menjadi suatu yang sia-sia. Tapi saya meyakini Allah selalu menyertai dan menolong orang-orang yang berbuat baik. Hatiku menguatkan, saya ikhlas menjalani hidup dengan kondisi ini jika memang ini jalan takdir Allah untukku. Saat mengucapkan kata ikhlas itu, saya tahu betapa dalam makna kata itu. Sungguh kata itu menggetarkan relung hatiku yang paling dalam. Kata itu mengajariku tentang arti penerimaan yang tulus tentang arti kehidupan.

 

 

Advertisements

One thought on “Sepenggal Harapan Sederhana

  1. TS May 5, 2015 at 8:18 am Reply

    Kalimat kedua sama, Mas Im… owopers meiers #halah
    *ikut singgah di sini ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: