Taqwa

Jumat, 30 Januari 2015

Malam ini saya ingin menuliskan kembali isi khutbah jumat, 30 Januari 2015 di Masjid Al-Ikhlas Komplek Depkes Pasar Minggu. Diawali dengan sebuah kisah, seseorang bertanya kepada khalifah Umar bin Khaththab ra,

“Apa itu taqwa?”

 Umar bertanya, “Apakah engkau pernah melewati jalan yang dipenuhi duri?”

“Pernah”, jawab orang tersebut

Umar kembali bertanya, “Apa yang engkau lakukan ketika melewati jalan yang  penuh dengan duri?”

Orang tersebut menjawab, “Aku akan hati-hati ketika melewati jalan yang berduri itu”

Umar berkata, “Itulah taqwa”

Dari kisah ini dapat dipahami bahwa pengertian taqwa menurut Umar bin Khaththab adalah kehati-hatian. Kehati-hatian agar tidak terjerumus dalam jurang kemaksiatan. Kehati-hatian dalam bersikap dan berucap. Jangan sampai perbuatan yang kita lakukan mengundang murka Allah. Jangan sampai perkataan yang kita ucapkan menyakiti orang yang mendengarnya. Kehati-hatian inilah yang membuat seorang muslim berupaya dari apa yang dia lakukan dan apa yang  dia ucapkan sesuai dengan nilai-nilai keislaman.

Lalu Ali bin Abi Thalib mendefinisikan taqwa itu meliputi empat hal yaitu,

Pertama, rasa takut kepada Allah. Rasa takut yang melahirkan ketaatan kepada Allah dan rasa takut yang melahirkan usaha untuk menjauhi segala larangan-larangan Allah. Takutnya seorang mukmin menjadikan dirinya akan selalu melakukan kebaikan-kebaikan yang akan mengundang ridha Allah. Kebaikan-kebaikan yang dilandasi oleh keikhlasan dan dilandasi dengan keteladanan (‘ittiba) kepada Rasulullah saw.

Kedua, beramal sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan As-Sunah.  Dalam Islam amal yang diterima oleh Allah swt harus memenuhi dua kriteria, yaitu ikhlas, memurnikan niat hanya kepada Allah dan mengikuti (ittiba’) contoh Rasullah saw. Inilah yang merupakan konsep amal shaleh dalam Islam. Beramal sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunah, seorang muslim dituntut belajar untuk memahami dan mempelajari Islam lebih mendalam. Dengan belajar akan mengetahui apakah ibadah yang dilakukan sudah sesuai apa belum dengan tuntunan Rasulullah saw.

Ketiga, merasa cukup (qona’ah) dengan apa yang Allah berikan. Sikap qona’ah ini akan tumbuh menjadi rasa bersyukur atas nikmat yang Allah berikan. Dan bentuk dari rasa syukur itu akan melahirkan ketaatan – ketaatan atas apa yang telah Allah perintahkan kepada kita. Orang yang qona’ah akan selalu puas dan ridha dengan takdir Allah. Tidak sering berkeluh kesah. Tidak membanding-bandingkan dengan kelebihan-kelebihan yang dimiliki orang lain. Dan juga tidak iri dengan takdir kehidupan orang lain.

Keempat, bersiap-siap untuk hari kemudian. Bersiap-siap disini diartikan agar seorang muslim menyiapkan bekal yang sebanyak-banyaknya untuk kehidupan di negeri akhirat. Al-Qur’an telah menerangkan bahwa sebaik-baik bekal adalah taqwa.

Dari definisi taqwa menurut Umar bin Khaththab dan Ali bin Abi Thalib dapat dibuat empat kesimpulan :

Pertama, luruskan niat seluruh aktivitas yang kita lakukan dari mulai kita bangun tidur sampai kita tertidur kembali niatkan hanya karena Allah. Termasuk tidur kita niatkan karena Allah. Karena dengan tidurnya kita berharap hari esok tubuh kita sehat dan dengan tubuh yang sehat kita bisa melakukan amal shaleh.

Kedua, semangat menuntut ilmu. Mempelajari Islam dengan cara menghadiri kajian di Masjid-Masjid. Banyak membaca buku tentang islam, seperti tauhid, fiqih sunah, sirah nabawiyah dan lainnya. Dengan belajar akan menghindarkan kita dari taklid buta. Beramal hanya dilandasi keinginan ikut-ikutan. Tanpa mengetahui dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunah.

Ketiga, meningkatkan amal shaleh. Memperbanyak amal shaleh dengan shalat sunah rawatib, shalat malam, shalat witir, membaca Al-Qur’an, memperbanyak sedekah, memperbanyak istighfar (minta ampun kepada Allah), puasa sunah senin –kamis dan lainnya. Dengan memperbanyak amal shaleh sama saja kita sedang menyiapkan bekal untu negeri akhirat.

(Catatan ini dibuat dengan sedikit perubahan)

Advertisements

Tagged:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: