Terus Belajar dan Berkembang

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu maka Allah memudahkan jalan menuju surga.” (HR. Muslim)

Sudah empat bulan saya kuliah di Universitas Indraprasta PGRI Jakarta. Banyak yang saya dapat dari kuliah di tempat ini. Tentu yang pertama saya dapatkan adalah ilmu pengetahuan. Saya mengikuti kuliah tiap hari Senin sampai Jum’at. Selama itu pula saya mendapat wawasan baru terutama tentang pendidikan ekonomi. Ternyata ekonomi itu tidak sesederhana yang saya pikirkan. Sebelumnya saya hanya tahu bahwa ilmu ekonomi adalah ilmu yang berhubungan dengan keuangan. Tetapi ilmu ekonomi itu mengatur perilaku ekonomi antar produsen dan konsumen (ekonomi mikro) dan perilaku ekonomi suatu masyarakat dan negara dalam menjaga kelangsungan hidup sebuah bangsa (ekonomi makro). Ada beberapa yang saya cermati sedikit tentang perubahan saya setelah kuliah di jurusan ini.

Pertama, saya lebih banyak mendengarkan. Mendengarkan dosen yang sedang menyampaikan materinya. Menurut saya mendengar merupakan salah satu pintu masuknya ilmu dan pemahaman. Dengan banyak mendengar materi, semakin banyak pula wawasan yang saya miliki. Mendengarkan dosen yang sedang menerangkan materi perkuliahan juga salah satu bentuk kesungguhan saya dalam menuntut ilmu dan menghargai dosen. Bagi saya siapapun dosennya tetap saya berusaha menghormatinya. Saya tidak mau mengecewakan dosen yang sudah berbagi ilmu dengan saya. Sebisa dan semampu saya akan tetap menghormatinya. Saya yakin setiap orang yang sedang berbicara di depan umum (Public Speaker) pasti ingin audience mendengarkannya dengan baik. Tidak nyaman sekali dan pastinya ada rasa sakit dihati ketika kita berbicara di depan umum sedangkan audience nya acuh tak peduli terhadap apa yang kita sampaikan. Seolah sebagian audience tidak mengaggap ada yang sedang berbicara di depan kelas. Saya hanya ingin menjadi pendengar yang baik, menghormati orang yang menyayangi saya dengan memberikan saya pengetahuan. Dan saya pun ingin ketika saat saya tampil di depan umum, minimal audience mau mendengarkan apa yang saya sampaikan. Bukankah ada ayat dalam Al-Qur’an : ““Jika kalian berbuat Baik (berarti) kalian berbuat Baik untuk dirimu sendiri,Dan jika kalian berbuat jahat, maka (kerugian kejahatan) itu untuk dirimu sendiri”.. (QS. Al Isra : 7)

Kedua, saya jadi lebih banyak membaca. Tugas-tugas yang diberikan dosen secara tidak langsung memerintahkan para mahasiswa untuk mau membaca. Dan saya sepakat dengan hal ini. Dengan ada tugas memang mau tidak mau saya harus membaca dan memahami bacaan yang dibaca. Hal ini juga nilai positif bagi saya dan teman-teman mahasiswa yang lain untuk sering-sering membaca. Semakin banyak sesorang membaca semakin banyak juga pengetahuan yang diserapnya. Saya sendiri termasuk orang yang malas membaca kalau tidak ada tugas atau tidak ada jadwal ujian besoknya. Tapi saya selalu mau mendengarkan dan mencatat hal-hal penting ketika dosen sedang menerangkan banyak hal. Dengan membaca saya bisa belajar menganalisa masalah-masalah ekonomi yang sedang aktual terjadi. Banyak juga istilah baru yang saya dapat. Seperti kebijakan fiskal (kebijakan yang mengatur pendapatan dan pengeluaran belanja negara), kebijakan moneter (kebijakan yang mengatur mata uang yang beredar di masyarakat), moratorium (memberhentikan perjanjian atau kesepakatan), ratifikasi (perjanjian yang dijadikan undang-undang), dan masih banyak yang lain.

Ketiga, saya jadi mengenal banyak dosen dengan metode mengajarnya. Ada dosen yang mau menjelaskan dengan detail materi dengan bahasa yang mudah dipahami, ada juga dosen yang hanya menjelaskan poin pentingnya saja. Sehingga mahasiswa harus pandai menganalisanya dan memahaminya, ada juga dosen yang terlalu banyak menuntut agar mahasiswanya mengerjakan setiap tugas diberikan tanpa dibarengi dengan memberikan penjelasan dari materi yang dibahas dengan penuh pengertian bahwa sebagian besar mahasiswa yang kuliah ini baru pulang kerja, masih terasa sekali lelahnya, masih penat-penatnya merasakan macet, sehingga mahasiswa ingin dosen menyampaikan materi dengan beberapa pengulangan dan bahasa yang mudah dipahami. Yah, itu juga bahan pembelajaran buat saya ketika suatu hari nanti saya menjadi seorang dosen saya akan berusaha mengerti keadaan mahasiswanya. Menuntut ini itu kepada mahasiswa juga secara tidak langsung memberikan tekanan psikis mahasiswa. Proses belajar jadi tidak sehat. Karena ada faktor paksaan dalam diri. Tetapi saya akan berusaha menghormati setiap dosen yang mengajari saya.

 

Jakarta, 19 Desember 2014

Imron Prayogi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: