Hidup Sekali, Belajar Sepanjang Hayat

 

Belajar tidak mengenal waktu. Dahulu ketika kita masih kecil, kita diajari oleh orang tua kita bagaimana berjalan.

kemudia tumbuh sedikit, kita mulai diajari oleh orang tua dan orang terdekat kita bagaimana berinteraksi dengan baik sesama teman. mulai dari menyapa kawan, menghormati guru, dan berkata yang santun dengan orang yang lebih dewasa dari kita.

kemudian kita berkembang sebagai remaja. masa transisi dari masa kecil menuju masa dewasa. kita diajari bahwa setelah seseorang telah baligh, maka kita sudah harus melaksanakan shalat, berpuasa di bulan ramadhan, sampai selektif dalam memilih teman.

Maka jadilah pembelajar sejati, disetiap fase-fase kehidupan. Berikan yang terbaik dari apa yang kita miliki untuk mendapatkan apa yang kita harapkan. Luaskan hati kita untuk menerima dengan lapang dada apapun bentuk kerumitan dan masalah hidup.

Jakarta, 25 Oktober 2013

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: