Monthly Archives: June 2011

Kiat Meraih Sukses Studi

Kiat-kiat meraih sukses belajar

Belajar adalah proses perubahan dari yang belum tahu menjadi tahu, dari yang belum bisa menjadi bisa, belum paham menjadi paham dan yang terpenting belajar itu memberikan pengaruh pada mental dan karakter setiap orang. Denga Maha Kebijaksanaan-Nya, Allah memberikan tiap-tiap  manusia akal pikiran dan hati. Artinya tiap manusia wajib untuk belajar. Dengan akalnya, manusia bisa berpikir dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Dan dengan hati manusia dapat memilah dan memilih ilmu apa yang boleh dipelajari dan ilmu apa yang dilarang untuk dipelajari oleh agama Islam. Dengan demikian tidak ada alasan bagi umat manusia untuk tidak belajar.

Islam adalah agama yang sangat memprioritaskan ilmu sebelum beramal. Apapun amal perbuatan tiap Muslim itu harus dilandaskan dengan ilmu, terutama amal ibadah mahdhah. Saking pentingnya ilmu pengetahuan dalam agama Islam Allah berfirman : “Dan Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu dan berilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S:Al-Mujadilah :11). Rasulullah Saw bersabda: “Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi tiap muslim laki-laki-dan muslim perempuan”. Itulah beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Saw yang sangat menganjurkan kaum muslimin untuk menuntut ilmu.

Ada beberapa kiat untuk meraih sukses dalam belajar diantaranya :

Pertama, Belajar dengan sungguh-sungguh.

Belajar dengan sungguh-sungguh disini berarti menanamkan komitmen diri dan motivasi diri  untuk serius dan fokus dengan apa yang sedang dipelajari.secara garis kecil ilmu itu bisa diperoleh dengan tiga hal yakni, dengan membaca buku, dengan bertanya, dan  dengan mendengarkan. Salah satu cara efektif dalam belajar adalah dengan membuat jam belajar. Misalnya, durasi belajar mata sekolah/kuliah minimal 90 menit tiap hari dilakukan pada malam hari. Dengan  adanya jadwal secara tertulis itu dapat mempengaruhi semangat kita dalam belajar dan lebih terarah dalam mengatur waktu untuk hal-hal yang baik. “Hidupnya ilmu adalah dengan mengulang-ulang dan mengamalkan ilmu tersebut”

Kedua, Jangan terpngaruh oleh lingkungan yang malas belajar.

Hal ini penting terhadap keberhasilan dalam belajar. Teman dapat memberikan pengaruh besar terhadap kepribadian kita. Apabila teman di sekitar kita malas belajar, secara tidak langsung memberikan efek terhadap prilaku kita. Terutama semangat belajar kita menurun karena tertular rasa malas dari teman-teman di sekitar. Bukan tidak boleh kita bergaul dengan teman seusia kita, tetapi yang perlu diperhatikan adalah penempatannya. Artinya, kapan kita harus bermain dan bercanda dengan teman kita, kapan kita harus belajar mata kuliah/sekolah dan lain-lain.disitulah pentingnya kita punya agenda harian yang akan memperjelas langkah-langkah apa yang harus kita kerjakan dari hari ke hari yang lain. Dan yang tidak kalah penting juga, kita harus selektif dalam memilih teman, terutama teman yang akan dijadikan teman dekat kita. Carilah teman yang punya semangat prestatif yang tinggi.

Ketiga, Jangan bermaksi’at kepada Allah.hal ini sangat penting terhadap proses prestasi yang akan kita ukir. Rasulullah Saw bersabda : “Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu”. Dalam hidup ini kita punya hak dan kita harus memelihara hak-hak tersebut dengan baik hingga akhir hayat kita. Hak tersebut diantaranya, hak diri kita sebagai seorang muslim yang harus mengabdikan hidup kita kepada Allah, Robb semesta alam. Peliharalah hak Allah terhadap diri kita dengan cara mematuhi perintah-Nya dan berusaha menjauhi larangan-Nya. Jagalah hubungan yang baik kepada Allah dan jagalah hubungan baik dengan manusia.diantara perintah-Nya adalah menjaga dan mendirikan sholat fardhu lima waktu sehari semalam. Kepada kaum muda jangan  mendekati hal-hal yang mengarah pada perzinahan. Jagalah pandanganmu kepada wanita yang bukan mahrammu. Itu sebagai salah satu cara menjaga kebersihan hati dari noda-noda maksi’at.

Ada sebuah kisah yang menarik dalam hal ini. Pada suatu hari Imam Syafi’I Rahimahullah berjalan di suatu daerah. Di tengah perjalanannya ia bertemu dengan wanita asing (wanita bukan mahramnya) dan secara tidak sengaja ia melihat wanita tersebut. Ia segera memalingkan wajahnya dari wanita tersebut dan segera memohon ampun kepada Allah atas dosa yang diperbuatnya tadi. Ketika ia bermuroja’ah[1], ia lupa dengan beberapa ayat Al-Qur’an yang sudah dihafalnya. Kemudian ia memutuskan untuk menceritakan masalah tersebut kepada gurunya, Imam Waqi’ sambil berkata:”Wahai guru, mengapa banyak hafalan Qur’anku yang aku lupa ketika aku muroja’ah, padahal aku yelah menghafalnya. Imam Waqi’ menjawab : “Ilmu itu cahaya Allah, dan cahaya Allah itu tidak akan diberikan kepada orang yang suka bermaksi’at kepadanya”. Akhirnya Imam Syafi’i mengakui perbuatan maksi’at yang ia lakukan tadi kepada gurunya dan ia berjanji berusaha memelihara diri dari bisikan-bisikan syetan yang terkutuk yang tak pernah lelah dan lalai dalam menggoda Umat manusia dari jalan Allah.

Keempat, budayakan mendirikan sholat malam (Qiyamullail). Sungguh luar biasa Allah mengatur keseimbangan alam semesta ini. Allah menciptakan siang agar manusia mencari karunia-Nya dan Allah menciptakan malam sebagai waktu istirahat hamba-Nya.di sepertiga malam adalah waktu yang tepat untuk mengadukan keluh kesah kita, mengadukan suka dan duka hidup ini kepada Yang Maha Pemurah. Memohon kepada Allah  agar diberikan kekuatan dalam melakukan ketaatan kepada-Nya. Sholat tahajud adalah jalannya. Meminta dengan rasa hamba agar diberikan kemudahan dalam belajar, kemudahan dalam segala urusan hidup ini. Rasakan kedekatan kita kepada Robb alam ini. Semoga langkah hidup kita selalu dalam bimbingan Allah.

Kelima, bangun budaya membaca Al-Qur’an. Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw dan membacanya bernilai ibadah. Al-Qur’an apabila dibaca menjadi penawar hati kita yang sedang kusut dan gelisah.

Seseorang yang sedang gelisah hatinya pernah meminta nasihat kepada sahabat Abdullah biin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, sambil berkata :” wahai Abdullah bin Mas’ud, berikanlah aku nasihat agar hatiku ini tidak selalu gundah gelisah. Abdullah bin Mas’ud berkata: “obatilah hatimu itu dengan tiga hal yaitu,

Pertama, engkau datangi majlis ilmu, engkau membaca atau engkau mendengarkan Al-Qur’an dengan penuh rasa khusyu’.kedua, engkau menyendiri untuk sholat malam, engkau bermunajat dan memohon kepada Allah agar diberikan hati yang baru. Karena hati yang sedang engkau miliki ini bukan  hatimu lagi. Kemudian orang itu pulang langsung pulang dan mengambil berwudhu dengan baik kemudian membaca Al-Qur’an dengan penuh rasa khusyu’.  Maka seketika hilanglah rasa kusut, rasa gelisah yang pernah dirasakannya.


[1] 1. Mengulang-ulang hafalan Al-Qur’an

Advertisements

Instalasi WordPress

INSTALASI WORDPRESS

WordPress adalah nama salah satu Web yang terhubung oleh jaringan internet. Fungsinya sama dengan Blog ataupun Website. Bisa isi Web berupa informasi, iklan, berita terkini, karya tulis, dan lain-lain. Namun pada fungsi pokok Web adalah sarana atau media komunikasi yang mendunia (global) melalui jaringan internet. keuntungan menggunakan wordpress adalah praktis dan mudah penggunannya dan bagusnya akses indeks informasi yang sudah terintegrasi dengan mesin pencari sekelas google.

langkah-langkah instalasi WordPress :

Langkah pertama, masukkan Softwere CD XAMPP ke CD ROM komputer

langkah kedua, Install XAMPP


langkah ketiga,

Langkah keempat, buat database. tanpa database wordpress tak akan bisa terinstall dengan baik. caranya, pilih mozilla firefox> ketik localhost>pilih PhpMyadmin.

Langkah kelima, pada Icon Create New Database, ketik nama database kita (bebas)>klik create

tampilan dibawah ini adalah tanda bahwa database yang kita buat telah berhasil

Langkah keenam, pilih Web Programs yang berisi Winrar WordPress. winrar wordpress adalah syarat agar wordpress dapat dioperasikan. klik kanan pada winrar>pilih extract here. maka akan muncul folder wordpress.

Langkah ketujuh, folder wordpress yang kita buat, di copy ke folder XAMPP. caranya, klik kanan pada wordpress>pilih copy

pilih sytem C (karena folder XAMPP-nya tersimpan di System C)>pilih folder XAMPP>pilih htdocs>klik kanan PAste.

Langkah kedelapan, pilih Mozilla firefox (dauble klik)>ketik localhost/wordpress>klik a configuration file.

Langkah kesembilan, Isi menu Database.

untuk database name, ketik sesuai dengan database yang yang sudah kita buat. contoh Imron P

kemudian kllik Submit.

Langkah kesepuluh, registrasi pengguna wordpress. caranya,

1. isikan site title (judul Banner WordPress)

2. isikan User name (nama Pengguna)

3. ketik password (untuk Masuk Log in wordpress) terdiri 2 kolom, pertama password utama

kedua, confirm password. isikan confirm password sama dengan password utama, tidak boleh beda.

4. isikan alama e-mail

5. klik continue

langkah kesebelas, wordpress akan menginstall. klik Run the Install

langkah dua belas,muncul menu WordPress. wordpress telah berhasil terinstall

Aku dan Perjalananku

AKU dan PERJALANANKU

Imron Prayogi

Tenik Komputer dan Jaringan

Bahagia. Itulah perasaan dua orang yang kemudian hari aku sebut mama dan papa.  Mereka merasa senang sekali atas kelahiranku. Mereka memberiku nama yang baik. Imron Prayogi, itulah namaku. Nama yang apabila disebut oleh orang lain, ku anggap sebagai do’a agar dikemudian hari aku menjadi orang sholeh. Aku lahir di Jakarta pada tanggal 26 Mei 1992. Aku adalah anak ke-2 dari 6 bersaudara. Papa dan mama. Dialah dua orang yang sangat berjasa atas kehidupanku hingga kini. Mereka dalah orang yang pertama kali mengajarkan proses sosialisasi kehidupan kepadaku. Keikhlasannya dalam merawat aku, mendidik aku, mengajariku dengan penuh kelembutan membuat diriku merasa selalu ingin dekat dengan mereka. Selalu ingin melihat senyum tulus papa dan mama. Semoga Yang Maha Pemurah melimpahkan kasih sayang-Nya kepada dua orang papa dan mamaku hingga akhir hayatnya.

MI Darussalam. Itulah nama sekolah dimana aku menginjakkan kaki pertama kali di dunia pendidikan formal. Sejak kecil aku sudah belajar hidup prihatin. Aku hidup di tengah-tengah keluarga yang  pas-pasan. Tetapi aku tidak patah semangat dengan kondisi tersebut. Alhamdulillah aku dapat bersekolah seperti anak-anak pada umumnya dan aku bisa bermain bermain, bercanda, dan tertawa dengan teman-temanku. Hari pertama masuk sekolah, aku diantar olah mamaku. Pada saat itu aku mengetahui dimana letak kelasku, kantin sekolah, dan mushollah di lingkunagn sekolah tersebut. Masa kecilku adalah masa bermain. Masa yang labil, belum mengetahui esensi dari kehidupan yang sebenarnya. Menjalani hari-hari itu serasa suasana yang damai, tenang, penuh dengan keceriaan. Bermain asyik dengan teman-temanku, tertawa dengan wajah yang riang, menyikapi hidup dengan pikiran yang polos. Itulah yang aku rasakan dan aku nikmati di masa kecilku.

Agamis. Itulah kehidupan keluargaku. Sejak kecil aku sudah dididik oleh papaku untuk sholat Maghrib dan sholat Isya’ berjama’ah di Mushollah dekat rumah. Biasanya aku berangkat ke Mushollah bersama Papa. Walaupun demikian, aku juga pernah meninggalkan kebiasaan untuk sholat. Terutama ketika papa sedang tidak ada di rumah. Yah, namanya juga masih anak-anak. Bagiku hal itu wajar-wajar saja. Papaku jugalah orang yang pertama kali mengajarkan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Waktu untuk belajar membaca Al-Qur’an itu ba’da maghrib dirumahku. Saat itu aku melihat kesungguhan papa dan mamaku dalm mendidik aku agar aku bisa menjadi pribadi yang berakhlak baik di kemudian hari.  Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberikan aku kehidupan, sehingga aku bisa hidup dengan harmonis dengan keluargaku dan dapat berteman dengan baik dengan teman-temanku di sekolah maupun di rumah. Seiring dengan berjalannya waktu, keluargaku pindah ke rumah kakekku di Matraman, Jakarta. Aku pun pindah sekolah ke Jakarta. Dikarenakan keadaan ekonomi keluargaku saat itu tidak mencukupi untuk biaya kebutuhan hidup sehari-hari. Dengan izin-Nya aku dapat meneruskan pendidikan di Sekolah Dasar Palmeriam 02. Saat itu aku duduk di kelas 4 SD.

Yayasan Panti Asuhan Marhamah Bekasi. Itulah nama tempat pertama kali aku mengenal kehidupan di  panti asuhan. Tahun 2002, keluargaku menitipkan aku dan dua kakak adikku untuk tinggal di yayasan tersebut. Kembali aku dan dua orang kakak dan adikku pindah sekolah dari Jakarta ke Bekasi, Jawa Barat. Saat ini aku baru menyadari dan bangga akan kebijakan papa dan mamaku. Sungguh mereka ingin aku dan dua orang kakak dan adikku tidak putus sekolah karena faktor ekonomi. Mereka ingin kami menjadi orang sukses di kemudian hari. Sebuah niat yang tulus yang muncul dari hati nurani papa dan mamaku. Aku akui, berat bagiku untuk berpisah dengan papa dan mama. Detik-detik perpisahan dimulai. Hatiku gerimis, sedih, berat hatiku untuk melepaskan kepergian mamaku. Begitupun dengan perasaan kakak dan adikku. Mereka pun merasakan seperti apa yang aku rasakan.  Dan itulah kehidupan …

Kehidupan di panti asuhan pun dimulai. Di tempat ini aku berusaha menata hati dan meluruskan niat untuk belajar sungguh-sungguh. Aku tidak ingin mengecawakan Bapak Ibu pengurus panti. Beberapa hari di yayasan, aku sudah mengenal baik beberapa santri, Bapak Ibu pengurus yayasan, dan lingkungan sekitar. Tahun 2002 aku sekolah di Sekolah Dasar Jaka Mulya IV. Saat itu aku duduk di kelas 4 semester 2. Menjalani hari-hari di panti sangat menyenangkan. Bisa mengenal banyak santri dari berbagai daerah. Ada yang dari Bekasi, Maluku, Cianjur, Bogor, Banyumas dan lain-lain. Bisa mengenal berbagai bahasa dari berbagai daerah. Ada sanri yang berbahasa Sunda, berbahasa Maluku, dan bahasa Jawa. Tahun 2004 aku berhasil menyelesaikan pandidikan di Sekolah Dasar.

Hari itu hari Senin. Hari yang menurut sebagian orang adalah hari awal untuk beraktivitas yang produktif. Begitupun dengan aku. Aku mulai sekolah di MTs. Al-Mu’awanah Bekasi. Seperti kebanyakan pelajar, hari pertama sekolah adalah hari yang membuat mereka tampil agak berbeda dalam bersikap dan berpenampilan. Aku pun mengalami apa yang dialami oleh sebagian dari mereka. Rasa malu, rasa segan, tidak berani tegur sapa itu muncul dengan sendirinya tanpa aku sadari di hari pertama sekolah di Madrasah Tsanawiyah.

Tumbuh dan berkembang. Itulah yang aku alami ketika aku duduk di bangku Madrasah Tsanawiyah. Terutama, pertama kalinya aku menjadi ketua osis, seorang pemimpin. Kaget, haru, bahagia, dan senang. Perasaan itu aku alami ketika hari penghitungan suara pemilihan ketua OSIS. Kegiatannya bernama Musyawarah Perwakilan Kelas (MPK). Dimana lebih dari 1/3 siswa dan siswi MTs. Al-Mu’awanah memilih aku untuk mengemban amanah menjadi ketua osis. Kaget, karena memang hanya diriku kandidat ketua osis yang bukan berlatar belakang dari Pengurus OSIS sebelumnya. Dalam artian, waktu aku sedang duduk di kelas VII, aku belum pernah mengecap menjadi pengurus OSIS. Selain diriku, tiga orang kandidat ketua osis lainnya pernah merasakan menjadi pengurus osis sejak  duduk di kelas VII. Bahagia, karena dengan terpilihnya aku menjadi ketua osis, aku bisa dikenal banyak teman-teman di sekolah, dikenal adik-adik kelasku, dan juga dikenal oleh Bapak Kepala Sekolah dan para guru. Bisa berbakti untuk sekolah, bisa berkreasi sebisa mungkin, dan yang terpenting diriku bisa menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain dan bisa mengembangkan potensi yang ada pada diriku. Bisa lebih percaya diri untuk tampil di muka umum untuk menyampaikan gagasan, jadi bisa mengenal dan memahami karakter pengurus yang lain yang berbeda-beda latar belakang, bisa mengenal lebih dekat dengan warga sekolah. Itulah beberapa hikmah yang aku dapat dari perjalanan roda organisasi yang bernama osis.

Pak Sasmita. Itulah nama Bapak Pembina OSIS MTs. AL-Mu’awanah. Dialah orang yang membimbing sekaligus memberi motivasiku dan teman-teman pengurus yang lain untuk menjaga semangat dalam menjalankan amanah organisasi ini. Aku sendiri sudah menganggap Pak Sasmita sebagai teman curhat tentang organisasi sekaligus berbagi keluh kesah yang aku rasakan dalam perjalanan organisasi. Tiap ingin mengadakan suatu kegiatan, kami selalu konsultasikan dengannya. Juga masalah yang terjadi dalam tubuh kepengurusan aku juga bicarakan dengan pak Sasmita. Hingga kini, bila bertemu dengannya aku bertegur sapa seperti orang yang sudah akrab. Aku menyelesikan pendidikan di MTs. Al-Mu’awanah pada tahun 2007.

Lebih terarah dalam menjalani hidup. Itulah perasaan yang aku dan teman-teman di yayasan Marhamah alami ketika datangnya dua orang pembimbing yang kemudian akan berbagi ilmu agama Islam dengan kami. Kak Faqih dan Kak Fahmi. Itulah nama yang biasa disebut santri-santri untuk memanggil keduanya. Mereka berdua adalah alumni Pesantren Al-Islam Surakarta, Jawa Tengah. Mereka tiba di Yayasan Marhamah pada tahun 2007. Usianya keduanya terbilang masih sangat muda sekitar 19-22 tahun. Namun Imu tentang Dinn (agama Islam) yang dimilikinya dan kepribadian keduanya mencerminkan hamba Allah yang shalih lagi berkarakter. Setelah berjalan beberapa hari, kami mendapatkan ilmu yang baru dari Kak Faqih dan Kak Fahmi tentang agama Islam. Tentang bagaimana Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menghargai waktu dan menjaga keindahan diri dengan akhlak yang baik. Ketulusan keduanya dalam mendidik dan membimbing para santri, sopan santun dan ramah keduanya dalam bertutur kata, konsistennya dalam memberikan keteladanan kepada santri-santri, membuat para santri menghargai dan menghormati keduanya dan menaruh rasa segan kepada kak Faqih dan Kak Fahmi. Waktu itu, hati kecilku berkata, aku ingin memiliki akhlak yang indah seperti yang dimiliki oleh mereka berdua. Aku iri dengan mereka. Iri terhadap sikap komitmennya terhadap nilai-nilai keislaman yang diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutku rasa iri seperti ini adalah rasa iri yang positif. Dan aku  menjadikan hal demikian sebagai spirit dan cambuk untuk diriku agar aku memiliki sikap istiqomah terhadap prinsip-prinsip seorang Muslim. Rasa iri yang akan membangkitkan semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Ketika itu aku baru mengerti tentang esensi hidup sebenarnya. Saat itu aku mulai menata waktuku, kapan aku harus bangun, kapan aku sholat, kapan aku piket kebersihan lingkungan asrama, kapan aku harus belajar baik belajar di sekolah maupun belajar di asrama. Dan aku yakin santri-santri yang memiliki kesungguhan dalam belajar merasakan sama dengan apa yang aku rasakan.  Aku sadar merubah sebuah kebiasaan hidup, tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Butuh perjuangan dan kesungguhan untuk meraihnya. Namun beruntungnya, aku hidup bersama orang banyak dalam satu asrama. Dimana dengan hal itu memiliki kekuatan untuk berubah ke arah yang lebih baik secara kolektif (bersama). Dengan izin Yang Maha Kuasa, beberapa bulan belakangan ini, aku masih bisa berkomunikasi, berbagi kabar, curhat,  minta nasehat dengan  Kak Faqih via SMS dan telepon yang kini dia sudah kembali ke kampung halamannya di Surakarta, Jawa Tengah. Hal ini aku lakukan untuk menjaga semangat dalam melakukan aktivitas-aktivitas yang positif.

Tahun 2007, aku menginjakkan kakiku di sekolah Islam yang bernama Madrasah Aliyah Al-Mu’awanah, Bekasi. Sebuah sekolah yang menurutku cukup agamis dan lingkungannya cukup kondusif untuk belajar. Saat itu tanggung jawabku sebagi seorang pelajar semakin tumbuh. Sejak saat itu juga aku meluruskan niat, mempertebal tekad, dan menata diri untuk bisa menjadi siswa terbaik di kelas. Aku tidak ingin mengecewakan orang tuaku, mengecewakan Bapak Ibu pengurus panti yang telah mengasuh aku, mengecewakan para donatur yang telah membantuku dengan tulus secara finansial untuk bisa melanjutkan sekolah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Belajar pelajaran sekolah pada malam hari adalah salah satu caraku agar aku bisa meraih prestasi di kelas. Cara tersebut cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman terhadap pelajaan-pelajaran di sekolah. Aku yakin, usahaku itu tidaklah cukup tanpa dibarengi menjaga hubungan baik dengan Allah. Menjaga shalat 5 waktu dengan berjama’ah dan berusaha untuk tidak pacaran adalah caraku agar aku bisa menjaga hubungan baik dengan Yang Maha Pencipta.

Senang dan bangga. Itulah perasaanku Setelah aku mengetahui  bahwa aku meraih peringkat pertama kelas X (sepuluh) semester I. Bagiku, inilah pengalaman pertama aku menjadi bintang kelas. Dengan prestasi itu merupakan kebahagian yang sangat mendalam untuk diriku. Keyakinanku kepada Yang Maha Kuasa bertambah kuat, bahwa Allah Maha Melihat dan Allah memberikan jalan-jalan-Nya kepada orang-orang yang beriman dan mau bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu. Dengan izin-Ny pula, aku berhasil meraih predikat bintang kelas sejak awal tahun sekolah hingga akhir tahun bersekolah di MA Al-Mu’awanah. Pada hari Perayaan Ujian (haflatul imtihan), sebuah acara  besar yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Islam Al-Mu’awanah yang rutin diadakan setiap tahun sekali, tepatnya ketika waktu kenaikan kelas, aku terpilih menjadi siswa terbaik dalam bidang akademis MA Al-Mu’awanah tahun ajaran 2009-2010. Aku bersyukur kepada Allah yang telah memberiku hidup dan kehidupan. Papa dan mamaku, Bapak H.Utju (pimpinan panti asuhan Marhamah) dan Ibu Yayah (Ibu asrama putra) yang telah mengasuh aku dari sejak Sekolah Dasar hingga tamat Madrasah Aliyah dengan penuh ketulusan dan kesabaran serta guru-guruku di MA Al-Muawanah. Aku bersyukur kepada Allah yang telah mempertemukan  dengan orang-orang yang sangat baik dan peduli seperti mereka. Tahun 2010 aku menyelesaikan pendidikan MA Al-Mu’awanah Bekasi, Jawa Barat.

Leadership Intermediate Training, itulah nama salah satu kegiatan diselenggarakan oleh organisasi Pelajar Islam Indonesia. Aku berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut selam kurang lebih 6 hari di Karawang, Jawa Barat pada tahun 2008.  Ditahun 2009 juga, aku terpilih menjadi ketua OSIS MA. Al-Mu’awanah periode 2009-2010. Seperti pada umumnya, menjadi pengurus OSIS memiliki tanggung jawab lebih dibanding siswa-siswa biasa lainnya. Ia memiliki tanggung jawab sebagai seorang pelajar yang harus mengikuti pelajaran dengan baik dan pada saat yang sama ia memiliki tanggung jawab moral yang harus amanah dengan kewajibannya sebagai organisatoris.

Masa bakti, itulah nama program yayasan panti asuhan Marhamah yang diikuti oleh santri-santri yang menyelesaikan pendidikan SMA/MA sederajat. Aku melaksankan masa bakti pada Tahun 2010 sampai dengan tahun 2011. Masa bakti adalah masa pengembangan diri. Potensi tiap santri dikembangkan dengan baik. Aku menyadari bahwa potensi aku adalah pada bidang pendidikan dan pengajaran. Dengan modal sedikit ilmu yang aku punya, aku mencoba berbagi dengan adik-adik di yayasan Marhamah. Saat itu aku mengajarkan ilmu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Ilmu apapun yang kita miliki berbagilah, karena dengan berbagi itu takkan pernah merugi. Alhamdulillah aku menyelesailkan program masa bakti di yayasan Marhamah pada bulan April 2011.

Hari itu hari kamis, 7 April 2011. Itulah hari yang bersejarah dalam hidupku. Hari itu aku dapat dan santri-santri Marhamah yang sudah tamat SMA/MA sederajat mendapat informasi tentang pelatihan program Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dari seorang guru matematika yayasan Marhamah. Ibu Yanti namanya. Awalnya aku bimbang untuk mengikuti pelatihan tersebut, karena aku sudah mendaftarkan diri menjadi peserta Seleksi Beasiswa Bidik Misi Kementerian Pendidikan Nasional 2011. Kebimbangan itu hilang, setelah hatiku telah yakin untuk mengikuti pelatihan program Baznas dengan alasan beasiswa itu belum sifatnya belum pasti, sedangkan program baznas pasti. Dengan tidak dipungut biaya pelatihan, disediakan asrama, dan kebutuhan pokok difasilitasi oleh baznas. Itulah beberapa alasan aku lebih memilih program tersebut. Program yang menurutku sebuah kesempatan emas bagi orang-orang yang memiliki keinginan besar untuk mengubah nasib menjadi lebih baik tapi terbentur oleh biaya.

Kasih sayang Yang Maha Pemurah. Itulah yang aku rasakan ketika awal mengikuti pelatihan di Rumah Gemilang Indonesia. Sungguh, aku tidak menyangka bisa mengikuti  pelatihan seperti sekarang ini. Ini semua di luar rencanaku. Benar, manusia hanya bisa bisa merencanakan, tetapi Allah yang menentukan. Memanfatkan kesempatan pelatihan ini dengan maksimal dan fokus dalam belajar adalah ikhtiarku untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dan membanggakan serta tidak membuat ummat (donatur) kecewa karena mereka telah memberikan konstribusi dengan ikhlas terhadap kesuksesan pelaksanaan pelatihan ini. Semoga urusan kita semua dimudahkan oleh Allah.

“Dan orang-orang yang sungguh-sungguh dalam mencari karunia Kami, maka akan Kami tunjuki jalan-jalan Kami. Dan Allah bersama orang-orang yang berbuat kebaikan” (Q.s. Al-Ankabut:69)

Depok, 16 Juni 2011

TUTORIAL INSTALASI WINDOWS XP


Instalasi Windows

Install adalah proses menambah program aplikasi dari CD, harddisk portable, flashdisk, dan sejenisnya menuju komputer. Dalam komputer dikenal berbagai macam jenis sistem operasi (Operating System) diantaranya, sistem operasi Windows, Linux, Unix dan lain-lain. Namun yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam sistem operasi komputer adalah Windows. Langkah-langkah menginstal windows adalah sebagai berikut :

langkah Pertama, masukkan CD windows ke CD ROM pada komputer.

langka kedua, ketika booting awal sebagai proses untuk masuk windows, ketik sembarang tombol agar masuk ke windows setup. Karena kita akan menginstal komputer dengan CD windows.

Langkah ketiga, tekan tombol Enter untuk menginstal windows.

Langkah keempat, tekan tombol F8.

Langkah kelima, tekan C (create) untuk membuat partisi. Partisi adalah media penyimpanan pada hardisk. Dalam hardisk ada dua partisi. Partisi C dan partisi D. konskwensinya memory hardisk harus dibagi dua. Sebagian untuk partisi C dan sebagian lagi untuk partisi D. dibawah ini adalah jumlah total memory pada hardisk yang belum dibagi. dengan jumlah memory tersebut, kita harus membagi dua, untuk partisi C dan untuk partisi D.

Langkah keenam, hapus (tekan delete) jumlah memory yang ada pada gambar dibawah ini, karena dengan memory yang ada ini masih harus dibagi dua. Ketik jumlah memory yang akan kita bagi untuk memory partisi C>tekan Enter.

Langkah ketujuh, pilih tulisan Unpartitioned spaca>tekan C (create). Karena kita menggunakan  sisa memory untuk partisi D. Tiap komputer itu memilki dua partisi yakni partisi C untuk sistem dan partisi D untuk menyimpan data.

Langkah kedelapan, tekan Enter untuk melanjutkan instalasi.

selanjutnya, tiap partisi yang sudah kita buat harus diformat, caranya pilih menu format partisi NTFS file system(Quick)> tekan Enter


Langkah kesembilan, klik customize untuk pengaturan lokasi negara komputer berada. jika komputer yang akan digunakan di Indonesia, maka costumize-nya pilih Indonesia.


Pilih indonesian.

Pilih icon location> pilih indonesia>klik ok>klik Next


Langkah kesepuluh, Masukkan serial number (SN) Windows  XP>klik next. (lihat serial number windows XP di Cover CD Windows)

Langkah kesebelas, Masukkan nama komputer (bebas) dan masukkan password dan konfirmasi password, bila ingin komputer tersebut menggunakan administrator password>klik next.

Langkah kedua belas, Kilk time zone>pilih sesuai nama ibukota negara(Jakarta, Hanoi, Bangkok)

klik date and time>tentukan hari, tanggal, dan tahun>klik next

Langkah ketiga belas, Kemudian akan muncul kotak dialog seperti gambar di bawah ini yang akan menanyakan apakah komputer yang kita pakai terhubung dengan internet atau tidak. Pilih typical settings jika komputer kita terhubung sebagai klien jaringan microsoft. Pilih custom setting, agar tidak terhubung dengan jaringan perusahaan Microsoft. silahkan pilih sesuai kebutuhan>klik next.

Langkah keempat belas, Muncul kotak dialog yang berisi pernyataan apakah komputer kita ingin terhubung dengan koneksi internet (domain) atau tidak. Silahkan pilih sesuai dengan kebutuhan.kemudian tekan next.

Gambar di bawah ini adalah gambar yang menjelaskan bahwa instalasi windows telah selesai.


Langkah kelima belas, Abaikan saja perintah di bawah ini. Karena kalau kita menekan sembarang tombol, maka akan kembali ke menu windows setup.


Selanjutnya masuk ke aplikasi windows

Langkah keenam belas, selanjutnya muncul kotak dialog seperti di bawah ini yang berisi pertanyaan apakah komputer yang kita pakai akan terdaftar sebagai pelanggan resmi perusahaan Microsoft. silahkan pilih sesuai kebutuhan kemudian klik next.

Tuliskan nama pengguna (user) komputer ini kemudian klik Next

selanjunya akan muncul ucapan welcome to Microsoft Windows yang berarti proses instalasi windows telah berhasil. kita sudah bisa mengaplikasikan program windows. silahkan klik next


Selesai…

Memperbaiki NTLDR is Missing


NTLDR is missing adalah salah satu kerusakan yang tejadi pada sistem C pada hardisk. Penyebab utamanya terhapusnya file NTLDR dan file NTDETECT.com pada sistem C. Dampak kerusakan ini, kita tidak bisa mengaplikasikan program windows. Namun dalam kerusakan ini tetap masih bisa diperbaiki (repair). Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut :

Langkah pertama masukkan CD Windows ke CD ROM komputer.



Langkah kedua, setelah tampil proses  booting awal seperti pada gambar diatas, tekan salah satu tombol pada keyboard (bebas) untuk masuk ke windows setup. Maka muncullah tampilan seperti di bawah ini.


Langkah ketiga, tekan tombol R (repair) pada keyboard untuk memperbaiki sistem pada hardisk. lihat  gambar seperti di bawah ini.

Langkah keempat, tekan tombol 1> tekan Enter untuk masuk pada sistem windows seperti pada gambar. Maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini :



Langkah kelima, ketik E: >tekan Enter untuk masuk ke CD windows (E:). Karena kita bermaksud mengcopy file NTDETECT.com dan NTLDR dari CD windows ke sistem C pada hardisk. Lihat gambar selanjutnya :

Langkah keenam, ketik DIR (directory)> tekan tombol enter. Fungsinya adalah untuk melihat isi folder yang ada pada CD windows (e:).  Maka akan muncul folder yang bernama I386. Nah, salah satu isi dari folder I386 menyimpan file NTDETECT.COM dan NTLDR yang akan kita Copy ke sistem C. silahkan lihat tampilan di bawah ini :

Langkah ketujuh, ketik C :>tekan Enter.

Kemudian ketik CD spasi titik titik (CD ..)> tekan Enter

ketik DIR>tekan Enter  untuk masuk ke sistem C. maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Langkah kedelapan, ketik E :>tekan Enter. Kemudian ketik CD spasiI I386 titik titik (CD I386)> tekan Enter> untuk masuk  ke folder E. maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

Langkah kesembilan, ketik COPY spasi NTDETECT.COM spasi C:>TEKAN enter.


Langkah kesepuluh
, ketik C: tekan Enter. Kemudian ketik DIR>tekan Enter. Untuk membuktikan apakah file tersebut sudah tersalin atau belum ke sistem C. gambar dibawah ini menampilkan bahwa file NTDETECT.COM telah berhasil tersalin ke sistem C:.

Langkah kesebelas, ketik E:> tekan Enter untuk kembali ke folder E: (CD windows) Karena kita masih akan menyalin (copy) file NTLDR dari CD windows ke sistem C.

lakukan hal yang sebelumnya, COPY spasi NTLDR spasi C:>tekan Enter.

lagi-lagi kita harus kembali memeriksa apakah file NTLDR telah tersalin ke sistem C apa belum. caranya, ketik COPY spasi NTLDR spasi C:>tekan Enter. dibawah ini adalah tampilan gambar bahwa file NTLDR telah berhasil tersalin dari CD windows (E:) ke sistem C pada hardisk. lihat gambar dibawah ini:

Langkahkedua belas adalah ketik EXIT>ENTER.  FINISH

sekarang kita sudah bisa mengaplikasikan program windows. selesai


Memperbaiki NTLDR Is Missing